PDUI Gorontalo Periode 2026–2029 Dilantik, Perkuat Profesionalisme Dokter Umum

IMG-20261010-WA0013.jpg

Pelantikan Pengurus PDUI Cabang Gorontalo periode 2026-2029.

Kota Gorontalo, DinkesP2KB – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, mendampingi Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Sofian Ibrahim, pada pelantikan Pengurus Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Cabang Gorontalo dan Komisariat Kabupaten/Kota periode 2026–2029 di Azlea Convention Centre, Sabtu (10/10/2026).

Pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat PDUI, Ardiansyah Bahar, sebagai bagian dari penguatan organisasi profesi dokter umum dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

Pada periode 2026–2029, Medi Sarita dipercaya memimpin PDUI Cabang Gorontalo. Kepengurusan baru ini diharapkan mampu memperkuat peran organisasi dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dokter umum, sekaligus memperluas kontribusi tenaga medis dalam menjawab tantangan pelayanan kesehatan di daerah.

Keberadaan PDUI memiliki peran strategis dalam memperkuat kompetensi, profesionalisme, serta solidaritas dokter umum. Sebagai tenaga medis yang berada di garda terdepan pelayanan kesehatan, dokter umum memiliki posisi penting dalam deteksi dini penyakit, penanganan awal pasien, edukasi kesehatan, serta penguatan upaya promotif dan preventif di masyarakat.

Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, mengatakan kepengurusan baru PDUI diharapkan mampu menjadi motor penggerak peningkatan kualitas profesi sekaligus mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan sektor kesehatan.

“Dokter umum merupakan salah satu pilar utama pelayanan kesehatan karena menjadi titik kontak pertama masyarakat dengan sistem pelayanan medis. Karena itu, penguatan kompetensi, profesionalisme, dan pemerataan peran dokter umum sangat penting untuk memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang bermutu dan berorientasi pada keselamatan pasien,” ujar Anang.

Ia menambahkan, tantangan pembangunan kesehatan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, organisasi profesi, fasilitas pelayanan kesehatan, dan seluruh tenaga medis. Sinergi tersebut diperlukan agar pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada pencegahan penyakit, deteksi dini, dan peningkatan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan.

Anang berharap kepengurusan PDUI Cabang Gorontalo dan komisariat kabupaten/kota periode 2026–2029 dapat menghadirkan program kerja yang konkret, memperkuat koordinasi lintas wilayah, serta berkontribusi terhadap peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan di Provinsi Gorontalo.

“Harapannya, PDUI semakin solid dan mampu menerjemahkan tanggung jawab profesi menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat. Ukuran keberhasilan organisasi profesi bukan hanya pada penguatan internal, tetapi juga pada dampaknya terhadap kualitas pelayanan dan derajat kesehatan masyarakat,” tutupnya.

Rilis : ILB
Foto : Melky
Editor : MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

thirteen + seventeen =

scroll to top