Lewati Jalur Laut, Dinkes Gorut Boyong Dokter Spesialis ke Ponelo Kepulauan

IMG-20260525-WA0017.jpg

Kegiatan Motabi Kambungu di Kecamatan Ponelo Kepulauan Kabupaten Gorontalo Utara.

Kabupaten Gorontalo Utara, DinkesP2KB –
Melewati jalur laut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, memboyong sejumlah dokter spesialis ke Ponelo Kepulauan, Senin (25/05/2026). Agenda ini dilaksanakan pada momentum Motabi Kambungu, sebuah program inovatif layanan terpadu oleh Pemerintah Daerah.

Dinas Kesehatan memanfaatkan kesempatan ini dengan menghadirkan serangkaian layanan kesehatan tingkat lanjut serta meluncurkan program strategis berskala daerah.

Pada Motabi Kambungu edisi Ponelo Kepulauan ini, Dinkes mengusung sejumlah agenda utama, diantaranya pemberian layanan pemeriksaan kesehatan gratis oleh dokter spesialis, serta peresmian Kecamatan Siaga Tuberkulosis (TBC).

Dalam bakti sosial pelayanan gratis, Dinkes Gorontalo Utara memboyong empat dokter spesialis sekaligus, yakni spesialis saraf, spesialis penyakit dalam, spesialis mata, serta spesialis kandungan.

Langkah ini diambil untuk memotong jalur birokrasi dan kendala geografis yang selama ini menjadi tantangan utama warga kepulauan dalam mengakses fasilitas kesehatan rujukan.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Gorontalo Utara, Sri Fenty N. Sagaf, menjelaskan bahwa kehadiran para dokter spesialis ini didasarkan pada kebutuhan mendasar masyarakat setempat.

Selama ini, warga harus menyeberang pulau dan menempuh perjalanan jauh ke pusat kota hanya untuk mendapatkan pemeriksaan spesifik.

“Kami sengaja membawa dokter spesialis ke Ponelo ini karena kita tahu sendiri akses masyarakat di sini kalau mau berobat ke rumah sakit kan membutuhkan ongkos, ditambah harus naik perahu. Makanya, mumpung ada momentum Motabi Kambungu, kami datangkan langsung dokter spesialis saraf, penyakit dalam, mata, dan kandungan ke sini. Jadi masyarakat tidak perlu jauh-jauh lagi, tinggal datang ke lokasi, semua gratis,” ujar Sri Fenty saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Melalui pemeriksaan gratis ini, lanjut Sri Fenty, warga tidak hanya mendapatkan diagnosis dari ahlinya, tetapi juga diberikan edukasi mengenai penanganan dini penyakit yang mereka derita.

Selain itu, kasus-kasus kesehatan yang membutuhkan tindak lanjut lebih intensif pun langsung diidentifikasi oleh tim dokter di lapangan agar bisa segera dirujuk.

Kehadiran program Motabi Kambungu edisi Ponelo Kepulauan membawa dampak yang sangat dirasakan oleh masyarakat, khususnya mereka yang selama ini kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan rujukan akibat kendala biaya dan transportasi laut.

Manfaat nyata ini dirasakan langsung oleh salah seorang warga setempat yang ikut mengantre untuk mendapatkan pemeriksaan dari dokter spesialis.

“Ya, kami bersyukur sekali ada begini. Biasanya kalau sakit mau ke dokter yang ahli itu mesti ke seberang, naik perahu, bayar lagi, baru naik bentor ke rumah sakit. Uang lagi itu. Ini untung dokter-dokter sudah datang ke sini, jadi saya bisa periksa langsung. Terima kasih banyak pemerintah sudah bantu kami yang susah ini,” ungkap warga tersebut.

Selain memberi pelayanan kuratif melalui pemeriksaan dokter spesialis, Dinas Kesehatan Gorontalo Utara juga menancapkan tonggak preventif dan promotif kesehatan masyarakat.

Pada kesempatan itu, secara resmi diluncurkan program “Kecamatan Siaga TBC” di wilayah Ponelo Kepulauan.

Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk respons cepat dalam menekan angka penyebaran penyakit Tuberkulosis yang masih menjadi tantangan di tingkat daerah maupun nasional.

Melalui program ini, masyarakat didorong untuk lebih aktif dalam melakukan deteksi dini dan saling mengawasi lingkungan sekitar.

Kadinkes Sri Fenty menekankan bahwa keberhasilan penanggulangan TBC sangat bergantung pada kepedulian di tingkat komunitas paling bawah.

“Penyelesaian masalah TBC ini kan tidak bisa kalau hanya diupayakan oleh orang dinas kesehatan atau puskesmas saja. Makanya dibuatlah Kecamatan Siaga TBC di Ponelo ini. Maksudnya supaya kader-kader di desa, tokoh masyarakat, semua ikut bantu mencari kalau ada warga yang batuk-batuk lama tidak sembuh. Jangan dibiarkan. Kalau ketemu, langsung bawa ke puskesmas supaya cepat diobati sampai tuntas, gratis juga obatnya,” jelas Sri Fenty.

Peluncuran Kecamatan Siaga TBC ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari jajaran pimpinan daerah yang hadir.

Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu bersama Wakil Bupati Nurjanah Hasan Yusuf secara simbolis meresmikan program ini, disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa.

Menurut Sri Fenty, Kehadiran Kepala Dinas Kesehatan Provinsi memberi penegasan bahwa sinergitas program antara pemerintah kabupaten dan provinsi berjalan selaras demi mewujudkan eliminasi TBC di seluruh wilayah Gorontalo.

Sri Fenty berharap dukungan ini mampu memperkuat sistem pengawasan, logistik, obat-obatan, hingga pendampingan pasien TBC di wilayah Gorontalo Utara secara berkelanjutan.

Rilis : Andre (Gorut)/ILB
Editor : MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fourteen − 8 =

scroll to top
Bahasa »