Kota Gorontalo, DinkesP2KB – Provinsi Gorontalo berhasil menempati posisi tiga besar nasional dalam capaian program konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sesuai standar bagi remaja putri. Capaian ini menjadi indikator positif dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kepatuhan remaja putri mengonsumsi TTD sebagai langkah pencegahan anemia sejak usia sekolah.
Berdasarkan rilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) 4 Nopember 2026, capaian konsumsi TTD sesuai standar secara nasional berada pada angka 42,56 persen dari 11.069.712 sasaran remaja putri. Sementara itu, Provinsi Gorontalo berhasil mencatatkan capaian sekitar 64,57 persen, menempatkannya dalam kelompok tiga provinsi dengan capaian tertinggi secara nasional.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari penguatan program yang dilakukan secara berkesinambungan, terutama melalui peningkatan kapasitas pengelola program, koordinasi lintas sektor, serta keterlibatan aktif pihak sekolah.

Menurut Anang, keberhasilan program konsumsi TTD tidak cukup hanya dengan memastikan ketersediaan tablet, tetapi juga membutuhkan edukasi, pendampingan, dan pemantauan secara konsisten agar remaja putri mengonsumsi TTD sesuai ketentuan.
“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama dan komitmen berbagai pihak. Kami terus mendorong peningkatan kapasitas pengelola program, memperkuat koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan sekolah, serta meningkatkan sosialisasi mengenai pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah bagi remaja putri,” ujar Anang.
Ia menambahkan, peran guru pembina Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dalam memantau konsumsi TTD menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepatuhan remaja putri. Selain itu, keterlibatan kader kesehatan remaja juga perlu terus diperkuat agar pesan kesehatan dapat disampaikan secara lebih dekat dan efektif kepada teman sebaya.
“Guru UKS dan kader kesehatan remaja memiliki peran strategis dalam memastikan program ini berjalan di lingkungan sekolah. Kami berharap pemantauan minum TTD semakin baik dan para remaja putri semakin memahami bahwa konsumsi TTD secara teratur merupakan investasi bagi kesehatan mereka,” tambahnya.
Program pemberian TTD bagi remaja putri merupakan salah satu intervensi penting untuk mencegah anemia, khususnya akibat kekurangan zat besi. Anemia yang tidak ditangani dapat memengaruhi konsentrasi belajar, kebugaran, serta kesehatan dan produktivitas remaja.
Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo akan terus memperkuat kolaborasi dengan sektor pendidikan, tenaga kesehatan, pihak sekolah, guru UKS, dan kader kesehatan remaja untuk mempertahankan capaian tersebut sekaligus mendorong peningkatan kepatuhan konsumsi TTD sesuai standar.
Keberhasilan menembus tiga besar nasional diharapkan menjadi motivasi untuk memperluas jangkauan edukasi dan memperkuat pelaksanaan program di seluruh kabupaten/kota, sehingga semakin banyak remaja putri terlindungi dari risiko anemia.
Rilis : ILB/SM
Foto : Dandels
Editor : MD/NP
Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram
