Dinkes P2KB Serahkan Buku KIA Khusus di Dua RS untuk Pantau Bayi BBLR dan Prematur

IMG-20260916-WA0011.jpg

Penyerahan Buku KIA Khusus di RSUD dr. Hasri Ainun Habibie.

Kabupaten Gorontalo , Dinkes P2KB – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo menyerahkan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Khusus Bayi Kecil untuk bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) dan bayi prematur kepada RSUD M. M. Dunda Limboto dan RSUD dr. Hasri Ainun Habibie, Selasa (15/09/2026).

Buku KIA Khusus Bayi Kecil dirancang sebagai media pencatatan dan pemantauan kesehatan bayi yang membutuhkan perhatian lebih pada periode neonatal. Buku ini membantu tenaga kesehatan dan keluarga memantau kondisi bayi secara lebih terarah, termasuk pertumbuhan, perkembangan, pemberian asuhan, serta tanda-tanda yang perlu mendapat perhatian selama masa awal kehidupan.

Administrator Kesehatan Ahli Madya Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Suliyanti Otto, mengatakan keberadaan buku tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat pemantauan bayi BBLR dan prematur, terutama pada periode neonatal yang menjadi fase kritis bagi kelangsungan hidup bayi.

“Buku KIA Khusus Bayi Kecil ini menjadi media pemantauan awal bagi bayi BBLR dan prematur. Informasi yang tercatat di dalamnya diharapkan dapat membantu tenaga kesehatan dan orang tua memantau kondisi bayi secara berkesinambungan, sehingga berbagai risiko dapat dikenali lebih dini,” ujar Suliyanti.

Menurut Suliyanti, BBLR merupakan salah satu kondisi yang membutuhkan pemantauan khusus karena bayi dengan berat lahir rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami berbagai masalah kesehatan pada masa neonatal.

“Tujuan akhirnya adalah mendukung upaya penurunan angka kematian bayi. Dengan adanya pemantauan yang lebih terstruktur sejak bayi lahir, khususnya pada bayi BBLR dan prematur, kita berharap bayi dapat melewati masa kritis neonatal dengan pemantauan dan penanganan yang tepat,” katanya.

Buku tersebut juga diharapkan menjadi penghubung informasi antara tenaga kesehatan dan keluarga. Catatan kesehatan bayi yang terdokumentasi dapat menjadi acuan ketika bayi menjalani pemeriksaan lanjutan, baik di rumah sakit, puskesmas maupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

Dengan demikian, Buku KIA Khusus Bayi Kecil tidak hanya berfungsi sebagai buku catatan, tetapi juga sebagai alat bantu untuk memastikan pemantauan bayi BBLR dan prematur berlangsung secara berkesinambungan sejak masa neonatal hingga periode tumbuh kembang berikutnya.

Rilis : ILB
Editor : MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × one =

scroll to top