Kota Gorontalo, DinkesP2KB – Dalam rangka memperkuat upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) dan mendukung percepatan eliminasi TBC tahun 2030, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo menyelenggarakan Pertemuan Koordinasi Perencanaan Peningkatan Kapasitas SDM Program TBC di Hotel Elmadinah, Kota Gorontalo, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia (SDM) kesehatan, khususnya tenaga medis dan pengelola program TBC, sekaligus membangun perencanaan pengembangan kapasitas SDM yang terarah, berkelanjutan, dan selaras dengan kebutuhan program penanggulangan TBC di Provinsi Gorontalo.
Dalam sambutannya yang disampaikan secara daring, Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, menegaskan bahwa keberhasilan eliminasi TBC tidak hanya bergantung pada ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan, sarana diagnostik, dan obat-obatan, tetapi juga sangat ditentukan oleh kualitas dan kompetensi tenaga kesehatan yang menjadi ujung tombak pelayanan.
“Keberhasilan eliminasi TBC membutuhkan dukungan sumber daya manusia kesehatan yang berkualitas dan kompeten. Karena itu, peningkatan kapasitas tenaga medis dan pengelola program TBC harus direncanakan secara terarah dan berkelanjutan agar mampu menjawab kebutuhan program serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Anang.
Berdasarkan capaian program TBC Provinsi Gorontalo periode Januari–Oktober 2026, penemuan kasus TBC mencapai 61 persen dari target 75 persen. Sementara itu, Enrollment Rate TBC Sensitif Obat (SO) mencapai 82 persen dari target 95 persen dan TBC Resistan Obat (RO) sebesar 89 persen dari target 95 persen. Adapun angka keberhasilan pengobatan TBC SO mencapai 83,60 persen dari target 90 persen, sedangkan TBC RO mencapai 74 persen dari target 85 persen.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa masih diperlukan penguatan berbagai intervensi program, termasuk peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, optimalisasi penemuan kasus, peningkatan inisiasi pengobatan, serta pemantauan kepatuhan dan keberhasilan pengobatan pasien TBC.
Salah satu materi strategis yang disampaikan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Gorontalo, Budiyanto Sidiki adalah Penguatan Kebijakan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) bagi ASN Berprestasi di Bidang Kesehatan. Materi ini memberikan pemahaman mengenai peluang pengembangan karier ASN melalui prestasi, inovasi, dan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Dalam pemaparan materi dijelaskan bahwa KPLB dapat menjadi salah satu bentuk apresiasi pemerintah terhadap ASN yang menunjukkan prestasi luar biasa melalui inovasi dan pengabdian yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Beberapa contoh inovasi yang dapat mendukung program TBC antara lain pengembangan kader TBC mandiri, inovasi pendampingan pasien TBC RO, serta penguatan sistem kolaborasi lintas sektor berbasis data.
Melalui kebijakan tersebut, tenaga kesehatan dan pengelola program TBC diharapkan semakin termotivasi untuk mengembangkan inovasi, meningkatkan profesionalisme, serta menghasilkan kinerja yang berdampak langsung terhadap peningkatan mutu pelayanan dan pencapaian target program.
Pertemuan ini juga menekankan pentingnya keterlibatan organisasi profesi, seperti PAPDI, PDPI, dan PPNI, dalam mendukung peningkatan kompetensi tenaga kesehatan serta penerapan standar pelayanan sesuai bidang profesi masing-masing. Selain itu, koordinasi antara pengelola program TBC dengan lintas program dan lintas sektor perlu terus diperkuat agar pelaksanaan upaya pencegahan, penemuan kasus, pengobatan, dan pendampingan pasien dapat berjalan secara terintegrasi.
Melalui kegiatan ini, Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo berharap terbangun perencanaan peningkatan kapasitas SDM program TBC yang lebih sistematis, termasuk pemetaan kebutuhan kompetensi, pengembangan karier, serta dokumentasi inovasi dan prestasi tenaga kesehatan.
Penguatan SDM merupakan investasi penting dalam percepatan eliminasi TBC. Dengan tenaga kesehatan yang kompeten, inovatif, dan didukung kebijakan pengembangan karier yang tepat, Provinsi Gorontalo diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan TBC dan mempercepat pencapaian target eliminasi TBC tahun 2030.
Rilis : ILB/Ana
Editor : MD
Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram
