WHO Tetapkan Covid-19 sebagai Pandemi

WhatsApp-Image-2020-03-12-at-08.09.35.jpeg

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus saat melakukan media briefing Covid-19 (Dok : WHO)

Kota Gorontalo, Dinkesprov : World Health Organization (WHO) akhirnya menetapkan status Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sebagai Pandemi. Hal ini dilakukan di kantor WHO di Jenewa, Swiss, Rabu Malam (11/03/2020).

Dikutip dari viva.com penetapan status Pandemi untuk Covid-19 diumumkan secara resmi melalui akun twitter WHO.
“Mandat WHO adalah kesehatan masyarakat. Tetapi kami bekerja dengan banyak mitra di semua sektor untuk mengurangi konsekuensi sosial dan ekonomi dari ini. #COVID19 pandemi,” kata Direktur Jenderal, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

“Karena itu kami telah membuat penilaian itu #COVID19 dapat dicirikan sebagai pandemi “

“Ini bukan hanya krisis kesehatan masyarakat, ini adalah krisis yang akan menyentuh setiap sektor – jadi setiap sektor dan setiap individu harus terlibat dalam perjuangan,” katanya lagi seperti disiarkan melalui Twitter WHO.

Data terakhir yang diumumkan oleh WHO per tanggal 8 Maret 2020 jumlah kasus secara global ada 105 586 konfirmasi, di China 80 859 konfirmasi dengan 3 100 kematian. Untuk wilayah diluar China ada 24 727 konfirmasi dan 484 kematian yang tersebar di 101 negara.

Untuk Indonesia, telah terkonfirmasi positif 34 kasus Covid-19, 2 orang sudah dipulangkan dan 1 orang (WNA) dinyatakan meninggal dunia.

Plt Kadinkes Misranda E. U. Nalole, M.Si., merespon pengumuman WHO ini dengan menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan selalu mengikuti langkah-langkah pencegahan untuk mencegah penularan Covid-19 serta melaporkan kepada petugas kesehatan jika mengalami gejala dengan riwayat perjalanan dari negara atau daerah terjangkit.

“Pemerintah Provinsi, kabupaten dan kota, lintas sektor dan jajaran kesehatan Insya Allah selalu siap dalam penanganan Covid-19 di Provinsi Gorontalo, kami juga mengimbau semua, baik ODP (Orang Dalam Pemantauan) maupun bukan, kalau sakit batuk, pilek, dan sebagainya pakai masker, sehingga saat batuk atau bersin, virus yang ada di dalam tidak keluar. Edukasi pada PHBS lebih diutamakan, semoga penyakit ini tidak masuk ke daerah kita” pungkasnya.

Rilis : MD
Editor : Nancy Pembengo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eleven − eight =

scroll to top