KKI Perkuat Pembinaan Terpadu Keprofesian Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan di Gorontalo

IMG-20260827-WA0025.jpg

Pembinaan Terpadu Keprofesian Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan yang diselenggarakan oleh Konsil Kesehatan Indonesia (KKI).

Kota Gorontalo, DinkesP2KB – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, membuka kegiatan Pembinaan Terpadu Keprofesian Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan yang diselenggarakan oleh Konsil Kesehatan Indonesia (KKI), Kamis (27/08/2026), di Aula Kantor Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan profesi tenaga medis dan tenaga kesehatan, khususnya dalam menghadapi dinamika pelayanan kesehatan, perkembangan teknologi, tuntutan kompetensi, etika profesi, serta implementasi regulasi di bidang kesehatan.

Saat diwawancarai, Kepala Dinas Anang S. Otoluwa mengungkapkan tantangan profesi kesehatan saat ini semakin kompleks dan datang dari berbagai arah. Selain persoalan etika, perkembangan teknologi yang berlangsung cepat menuntut tenaga medis dan tenaga kesehatan untuk terus menyesuaikan diri, termasuk dalam memahami dan menerapkan regulasi yang terus berkembang.

“Tantangan profesi saat ini saya kira datang beruntun atau datang dari mana saja antara lain masalah etika kemudian juga dari sisi perkembangan teknologi yang berubah begitu cepat, ini membutuhkan penyesuaian atau adaptasi dari para tenaga medis demikian juga regulasi. Nah ini perlu dilakukan pembinaan terus menerus baik internal oleh Dinas Kesehatan ataupun dari Konsil Kesehatan” ungkap Anang.

Menurut Anang, pembinaan profesi tidak semestinya hanya dilakukan ketika terdapat kegiatan dari KKI. Dinas Kesehatan bersama tim kerja terkait perlu mengidentifikasi berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan untuk kemudian ditindaklanjuti melalui program pembinaan yang berkelanjutan.

“Saya berharap pada timker SDMK untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang ditemukan selama pertemuan ini sehingga pembinaan profesi terus berlanjut, tidak hanya karena ada kegiatan dari KKI saja, tetapi dari KKI di provinsi ataupun dari SDMK harus memprogramkan pembinaan secara berkelanjutan” ujarnya.

Sementara itu, Konsil Tenaga Keterapian Fisik KKI, Cahya Buwana Haris Three Nugraha, mengatakan Provinsi Gorontalo menjadi salah satu daerah yang dituju sejak awal dalam pelaksanaan pembinaan profesi. Menurutnya, sebagai provinsi yang relatif baru, Gorontalo memiliki dinamika dan tantangan tersendiri yang perlu mendapatkan perhatian bersama.

“Yang pertama Gorontalo memang menjadi daerah yang menjadi target kita dari awal karena Gorontalo selain provinsi baru juga pasti banyak tantangan dan dinamika yang ada di sana, kemudian dari kegiatan pembinaan ini sendiri merupakan bagian rutin yang akan selalu kami lakukan karena tidak cukup sekali dua kali kemudian kami duduk manis terus mengerjakan pekerjaan administratif tapi kami juga akan terus menjangkau untuk berkolaborasi tentunya dengan dinas kesehatan, dengan fasilitas pendidikan, organisasi profesi, dan stakeholder yang lainnya sehingga kegiatan ini akan terus berkesinambungan” kata Cahya.

Cahya juga menyoroti perkembangan media sosial yang memungkinkan suatu kejadian di fasilitas pelayanan kesehatan dengan cepat menjadi viral. Menurutnya, fenomena tersebut dapat menjadi tantangan tersendiri karena setelah dilakukan verifikasi, persoalan yang muncul tidak selalu berkaitan dengan satu aspek, tetapi dapat menyangkut kompetensi, keterampilan atau skill, hingga dukungan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan.

“Harapannya dengan rutin kami datang melakukan pembinaan seperti ini, itu juga bagian dari pembinaan yang sifatnya preventif.
Jangan sampai terjadi, jangan sampai pembinaannya itu pembinaan yang sifatnya reaktif, ada terjadi dulu baru kita lakukan pembinaan. Apakah itu keterampilan teknisnya, skillnya, atau mungkin pengetahuannya yang perlu diupdate, atau memang tidak didukung oleh fasilitas pelayanan kesehatan di mana dia bekerja.
Nah kami datang ke sana, dan memang itu satu hal yang kami temukan juga” ucapnya.

Ia menegaskan pembinaan secara rutin diperlukan sebagai langkah preventif agar berbagai potensi persoalan dalam pelayanan kesehatan dapat diidentifikasi dan ditangani sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Di akhir wawancara, Cahya berharap tenaga medis dan tenaga kesehatan senantiasa memberikan pelayanan secara profesional dengan berpedoman pada kompetensi, kewenangan, serta standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku di masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan. Hal tersebut dinilai penting untuk menjamin mutu pelayanan, keselamatan pasien, sekaligus memberikan kepastian hukum bagi tenaga kesehatan dalam menjalankan tugasnya.

“Kita berharap bahwa tenaga medis dan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan itu seprofesional mungkin, profesional artinya juga kompeten memang berhak berwenang melakukan apa yang harus dilakukan sesuai dengan kompetensi, sesuai dengan kewenangan karena kita kompeten belum tentu diberikan kewenangan oleh negara, jadi selain berkompeten juga harus diberikan kewenangan sesuai dengan kewenangannya. Lebih dari itu, masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan punya SOP yang berbeda-beda, nah itu juga kita harus sama-sama taati” pungkasnya.

Pembinaan terpadu tersebut dilaksanakan secara luring dan daring dengan melibatkan berbagai unsur terkait. Peserta luring berasal dari Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Dinas Kesehatan Kota Gorontalo, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Gorontalo, Poltekkes Kemenkes Gorontalo, RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe, RSUD Otanaha, rumah sakit swasta di Kota Gorontalo, perwakilan dua puskesmas di Kota Gorontalo, pengurus daerah organisasi profesi, serta Fakultas Teknik dan Ilmu Kesehatan (FTKES) UNBITA Gorontalo, dengan total 50 peserta.

Organisasi profesi yang terlibat antara lain IDI, PDGI, IBI, PPNI, IAKMI, PAEI, PPPKMI, PAKKI, IFI, IOTI, IKATWI, dan HAKTI Provinsi Gorontalo.

Sementara itu, peserta yang mengikuti secara daring berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo, DPMPTSP di Provinsi Gorontalo, seluruh organisasi profesi di Provinsi Gorontalo, serta tenaga medis dan tenaga kesehatan di wilayah Provinsi Gorontalo.

Rilis : ILB
Videografer : Reza
Video Editor : Reza
Editor : MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 − 2 =

scroll to top
Bahasa »