Dinkes Provinsi Gorontalo Latih Siswa SMA 1 Botumoito Tanggap Gawat Darurat

WhatsApp-Image-2025-10-10-at-14.20.02.jpeg

Praktik Bantuan Hidup Dasar (BHD) di SMA Negeri 1 Botumoito.

Kabupaten Boalemo, Dinkesprov – Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menghadapi situasi gawat darurat, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo bersama Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI) menggelar Workshop Bantuan Hidup Dasar (BHD) di SMA Negeri 1 Botumoito, Jum’at (10/1/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para siswa agar mampu melakukan pertolongan pertama secara mandiri sebelum tenaga medis tiba di lokasi kejadian. Melalui workshop ini, para siswa diajak memahami pentingnya respons cepat dan tindakan tepat saat menghadapi kondisi darurat, seperti ketika seseorang tiba-tiba tidak sadarkan diri atau mengalami henti napas.

Workshop diikuti oleh para siswa SMA Negeri 1 Botumoito dan dihadiri oleh tim Disaster Management Team (DMT) Provinsi Gorontalo, perwakilan HIPGABI, serta Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Botumoito bersama jajaran guru. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi teori dasar tentang Bantuan Hidup Dasar sekaligus berkesempatan mempraktikkan langsung langkah-langkah pertolongan menggunakan manekin yang disediakan oleh tim Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo.

Antusiasme peserta tampak tinggi selama kegiatan berlangsung. Para siswa aktif bertanya dan berlatih secara berkelompok, dibimbing langsung oleh tenaga kesehatan yang berpengalaman di bidang penanganan gawat darurat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, saat dihubungi secara terpisah menjelaskan bahwa kegiatan workshop BHD ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pelayanan kesehatan pada kondisi darurat atau bencana di tahap pra-bencana. Hal ini menjadi bagian dari upaya mitigasi dan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) provinsi di bidang kesehatan.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa SMA Negeri 1 Botumoito tidak hanya memiliki pengetahuan dasar tentang keselamatan dan pertolongan pertama, tetapi juga tumbuh rasa tanggung jawab dan kesiapsiagaan untuk membantu sesama di situasi darurat,” pungkas Anang.

Rilis : KrisNA/ILB
Editor : Nancy Pembengo/MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × 5 =

scroll to top
Bahasa »