Prevalensi Stunting di Gorontalo Masih di Atas Angka Nasional, Namun Alami Penurunan Signifikan

IMG-20250524-WA0027.jpg

Oleh : Yustiyanty Monoarfa, Praktisi Gizi dan Kesehatan Masyarakat

Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa Provinsi Gorontalo masih menghadapi tantangan serius dalam penanggulangan stunting. Berdasarkan data terbaru, prevalensi stunting di Gorontalo mencapai 23,8%, angka yang masih tergolong tinggi karena berada di atas rata-rata nasional yang berada di angka 19,8%.

Meski begitu, ada kabar baik : Gorontalo menunjukkan tren positif dengan penurunan angka stunting sebesar 3,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2023, prevalensi stunting di provinsi Gorontalo tercatat sebesar 26,9%. Artinya, dalam waktu satu tahun, telah terjadi kemajuan yang cukup berarti, meskipun belum mencapai kategori penurunan signifikan di atas 5% seperti yang terjadi di Provinsi Jawa Barat.

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Anak yang mengalami stunting berisiko memiliki tingkat kecerdasan yang lebih rendah, rentan terhadap penyakit, serta memiliki produktivitas yang menurun di masa dewasa.

Penurunan prevalensi stunting di Gorontalo ini mencerminkan keberhasilan berbagai upaya intervensi yang telah dilakukan, baik oleh pemerintah daerah, tenaga kesehatan, maupun masyarakat. Program-program seperti edukasi gizi, peningkatan akses terhadap makanan bergizi, layanan kesehatan ibu dan anak, serta perbaikan sanitasi kemungkinan menjadi faktor kunci di balik pencapaian tersebut.

Namun demikian, angka 23,8% masih jauh dari ideal. Ini berarti, dari setiap 100 anak balita di Gorontalo, sekitar 24 di antaranya mengalami stunting. Angka ini menempatkan Gorontalo sebagai salah satu dari sekian banyak provinsi yang masih memerlukan perhatian ekstra dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Langkah Strategis yang Dibutuhkan
Untuk menurunkan angka stunting lebih lanjut dan mengejar target nasional, Pemerintah Provinsi Gorontalo perlu memperkuat sinergi lintas sektor, seperti:

  • Memperluas cakupan intervensi gizi spesifik dan sensitif, seperti pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita.
  • Meningkatkan kualitas dan akses layanan kesehatan, terutama di wilayah pedesaan dan terpencil.
  • Mendorong edukasi gizi dan pola asuh yang benar kepada keluarga, khususnya ibu hamil dan menyusui.
  • Penguatan data dan pemantauan terintegrasi, agar intervensi tepat sasaran dan cepat dievaluasi.

Dengan kerja sama yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, harapan untuk menurunkan angka stunting di Gorontalo hingga di bawah angka nasional bukanlah hal yang mustahil. (*)

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × five =

scroll to top
Bahasa »