Kadinkes Anang Otoluwa Beri Penguatan Kader Malaria Migran untuk Eliminasi Kasus

WhatsApp-Image-2025-05-15-at-13.42.03.jpeg

Kadis Kesehatan Provinsi Gorontalo Anang S. Otoluwa memberikan penguatan pada peserta Pelatihan Kader Malaria Migrant Mobile Population (MMP).

Kabupaten Boalemo, Dinkesprov – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, memberikan penguatan penting kepada peserta Pelatihan Kader Malaria Migrant Mobile Population (MMP) pada Kamis (15/05/2025). Acara yang berlangsung di Cabana Resto dan Resort Bolihutuo, Kabupaten Boalemo ini bukan hanya bertujuan membekali pengetahuan dan keterampilan, namun juga mewujudkan pemberdayaan masyarakat dalam memerangi malaria di tingkat akar rumput.

Dalam arahannya, Kadinkes Anang menekankan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam memberdayakan masyarakat desa agar mampu menjadi garda terdepan dalam penanggulangan malaria. Anang juga menyampaikan harapan agar para kader, sebagai representasi masyarakat, mampu menjadi “dokter malaria” di komunitasnya sendiri, memiliki kemampuan untuk mengenali tanda dan gejala klinis penyakit malaria secara dini.

“Pemberdayaan ini memungkinkan deteksi awal dan tindakan pencegahan yang lebih cepat dan efektif, yang pada akhirnya mengurangi ketergantungan penuh pada fasilitas kesehatan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Anang juga mengingatkan para kader malaria untuk turut aktif mendukung program-program prioritas nasional di bidang kesehatan seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG), Makan Bergizi Gratis (MBG), serta upaya penurunan angka stunting. Keterlibatan aktif kader dalam program-program ini menunjukkan pemberdayaan masyarakat dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan secara holistik. Sinergi antara penanggulangan malaria dan program kesehatan prioritas lainnya diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih signifikan bagi kesehatan masyarakat secara mandiri.

“Kader malaria adalah ujung tombak dan mitra penting bagi puskesmas dalam upaya kita menanggulangi kasus malaria di setiap desa,” tegas Anang.

Peran ini menempatkan masyarakat sebagai subjek aktif dalam menjaga kesehatan lingkungannya, bukan hanya sebagai penerima layanan kesehatan. Anang menambahkan, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo akan memberikan apresiasi (reward) kepada kader yang menunjukkan kinerja gemilang dalam menekan angka kasus malaria hingga mencapai zero case di wilayah kerjanya. Insentif ini menjadi bentuk pengakuan dan dukungan terhadap upaya pemberdayaan yang telah dilakukan.

Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para kader malaria MMP, sehingga mereka dapat berperan lebih efektif dalam mendeteksi dini, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan untuk penanganan kasus malaria secara tepat dan cepat.

Dengan memberdayakan masyarakat melalui kader-kader yang kompeten, diharapkan upaya pemberantasan malaria di Provinsi Gorontalo menjadi lebih berkelanjutan dan mandiri.

“Keberadaan kader malaria yang terlatih di setiap desa menjadi wujud nyata partisipasi aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas malaria,” ujar Anang.

Rilis : MD /ILB
Foto : Santi
Editor : Nancy Pembengo

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen − three =

scroll to top
Bahasa »