Tujuh Inovasi Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo Masuk Nominasi Inovasi Daerah Awards 2026

IMG-20261020-WA0038.jpg

Inovator Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo.

Kota Gorontalo, DinkesP2KB – Sebanyak tujuh inovasi dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo masuk dalam 12 inovasi yang lolos seleksi dan mengikuti tahapan presentasi Inovasi Daerah Awards Tahun 2026. Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) tersebut berlangsung di Manna Cafe, Kota Gorontalo, Selasa (20/10/2026), dan dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim.

Inovasi Daerah Awards merupakan ajang tahunan untuk memberikan penghargaan kepada para inovator yang menghasilkan terobosan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing perangkat daerah. Pada tahun ini, sebanyak 12 inovasi terpilih dari lebih dari 30 inovasi yang didaftarkan untuk mengikuti tahapan penilaian lebih lanjut.

Dari jumlah tersebut, Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo menjadi perangkat daerah dengan jumlah peserta terbanyak, yakni tujuh inovasi. Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengikutsertakan dua inovasi, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dua inovasi, serta Badan Keuangan dan Aset Daerah satu inovasi.

Ketujuh inovasi Dinkes P2KB yang mengikuti tahapan presentasi meliputi GENTAS Eliminasi TBC melalui DESTASI TBC yang dipresentasikan Erni Nuraini Mansur; PALITA MONGOLIPU LO HIV atau Mobile Clinic HIV/AIDS pada Populasi Kunci oleh Moh. Ramdhan Ismail; GEMAR DUKUNG MBG atau Gerakan Edukasi dan Monitoring Antropometri Rutin untuk Mendukung Program Makan Bergizi Gratis oleh Yustiyanty Monoarfa; OPTALA atau Optimalisasi Tata Kelola E-PPGBM oleh Mutiara Mokodongan; MO’OSEHATI TERPADU oleh Yustiyanty Monoarfa; SI SERGAP KLB oleh Lastri Qodriany; serta GEMA Eliminasi Malaria melalui BENTENG atau Gerakan Masyarakat Eliminasi Malaria melalui Berantas Nyamuk dengan Terapi Pencegahan dan Larvasida oleh Taufik Lantowa.

Tahapan presentasi diawali dengan pengundian nomor urut oleh masing-masing inovator untuk menentukan giliran pemaparan. Selanjutnya, para peserta menjelaskan latar belakang, tujuan, mekanisme pelaksanaan, serta hasil dan manfaat inovasi yang dikembangkan. Setiap presentasi kemudian mendapat tanggapan dari tim penilai sebagai bagian dari proses evaluasi terhadap inovasi yang diajukan.

Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, menyampaikan bahwa keikutsertaan tujuh inovasi tersebut menunjukkan komitmen jajarannya untuk terus mengembangkan pendekatan baru dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan kesehatan dan keluarga berencana di daerah.

“Bagi kami, inovasi bukan sekadar menghadirkan nama atau program baru, tetapi bagaimana sebuah terobosan mampu menjawab persoalan nyata, memperbaiki kualitas pelayanan, dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Karena itu, setiap inovasi harus memiliki tujuan yang jelas, mekanisme pelaksanaan yang terukur, serta keberlanjutan agar dampaknya tidak berhenti pada tahap penilaian,” ujar Anang.

Ia menjelaskan, inovasi yang diusung Dinkes P2KB mencakup sejumlah isu strategis, mulai dari eliminasi tuberkulosis dan malaria, pencegahan serta pengendalian HIV/AIDS, penguatan tata kelola data gizi, hingga dukungan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Keragaman tersebut mencerminkan upaya untuk memperkuat pelayanan kesehatan melalui pendekatan yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berbasis kebutuhan masyarakat.

Menurut Anang, tahapan presentasi juga menjadi kesempatan bagi para inovator untuk menjelaskan keunggulan pendekatan yang dikembangkan sekaligus menerima masukan dari tim penilai. Evaluasi tersebut diharapkan dapat membantu penyempurnaan inovasi, terutama dari aspek efektivitas, dampak, potensi replikasi, dan keberlanjutan pelaksanaannya.

“Harapan kami, inovasi yang dikembangkan tidak hanya mampu bersaing dalam ajang penghargaan, tetapi juga dapat terus diterapkan dan dikembangkan sesuai kebutuhan daerah. Ukuran keberhasilannya adalah ketika inovasi tersebut memberikan perubahan nyata, memperkuat kinerja organisasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.

Inovasi Daerah Awards 2026 diharapkan dapat memperkuat budaya inovasi di lingkungan perangkat daerah, mendorong pertukaran praktik baik, serta memperluas penerapan terobosan yang efektif dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik di Provinsi Gorontalo.

Rilis : ILB
Editor : MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

thirteen + fourteen =

scroll to top