Kota Gorontalo, DinkesP2KB – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo memanfaatkan agenda briefing rutin mingguan sebagai ruang berbagi pengetahuan (sharing knowledge) bagi pejabat administrator, pejabat fungsional, dan ketua tim kerja di lingkungan Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Senin (27/07/2026) di Aula Kantor Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo.
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi dua peserta Pelatihan Fasilitasi Penyusunan Rencana Kesehatan Daerah yang diselenggarakan di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Makassar selama delapan hari untuk membagikan materi, pengetahuan, serta pengalaman yang diperoleh selama mengikuti pelatihan. Mereka adalah Perencana Ahli Muda Kristin Ningrum Alaina dan Pengelola Program Rina Syarfudin yang bertugas di Sekretariat Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo.
Sharing knowledge ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan sekaligus bagian dari upaya memperluas manfaat hasil pengembangan kompetensi aparatur. Pengetahuan yang diperoleh peserta tidak hanya diterapkan secara individual, tetapi dibagikan kepada jajaran Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo agar tercipta kesamaan pemahaman dalam menyusun, mengawal, dan memfasilitasi dokumen perencanaan kesehatan di daerah.
Salah satu materi yang menjadi perhatian dalam diskusi adalah pentingnya penyelarasan dokumen perencanaan kesehatan antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota. Penyelarasan diperlukan agar arah kebijakan, sasaran, indikator, program, dan kegiatan pembangunan kesehatan dapat saling mendukung serta memiliki keterkaitan dengan prioritas pembangunan daerah dan nasional.
Dalam forum tersebut, peserta alumni diklat juga berbagi pendekatan dan strategi fasilitasi yang dapat diterapkan Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo dalam mendampingi pemerintah kabupaten/kota menyusun dokumen perencanaan kesehatan. Pembahasan berlangsung interaktif, terlebih agenda sharing knowledge beriringan dengan proses penyusunan rancangan akhir Renja 2027.
Kondisi tersebut membuat diskusi tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dikaitkan dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi dalam proses penyusunan dokumen perencanaan. Peserta dapat mendiskusikan bagaimana prinsip penyelarasan diterapkan agar perencanaan pembangunan kesehatan memiliki keterkaitan yang jelas antara kebijakan, target kinerja, program, kegiatan, hingga kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, menegaskan bahwa pendidikan dan pelatihan harus memberikan manfaat nyata bagi organisasi.
“Hasil diklat jangan berhenti pada peserta. Pengetahuan yang diperoleh harus dibagikan dan memberi nilai tambah bagi organisasi,” ujar Anang.
Ia juga mendorong agar sharing knowledge menjadi bagian dari budaya kerja yang terus dikembangkan dalam briefing rutin, terutama untuk memperkuat kapasitas aparatur dan membangun kesamaan persepsi antartim.
“Kesamaan pemahaman penting agar kita memiliki langkah yang sama dalam menyusun dan mengawal perencanaan kesehatan daerah,” tambahnya.
Penguatan kapasitas internal tersebut menjadi penting bagi Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo dalam menjalankan fungsi koordinasi dan fasilitasi pembangunan kesehatan. Dengan pemahaman yang selaras, jajaran Dinkes P2KB diharapkan mampu memberikan pendampingan yang lebih efektif kepada pemerintah kabupaten/kota, khususnya dalam memastikan dokumen perencanaan kesehatan memiliki keterpaduan dengan arah kebijakan pembangunan.
Budaya berbagi pengetahuan juga diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antartim serta mendorong terjadinya transfer pengetahuan secara berkelanjutan. Dengan demikian, setiap kesempatan pengembangan kompetensi aparatur dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap peningkatan kinerja organisasi.
Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo optimistis penguatan proses sharing knowledge akan menjadi salah satu fondasi dalam mewujudkan perencanaan kesehatan daerah yang lebih terintegrasi, adaptif terhadap kebijakan nasional, serta responsif terhadap kebutuhan dan permasalahan kesehatan masyarakat di Provinsi Gorontalo.
Rilis : ILB/KrisNA
Editor : MD
Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram
