Selalu Ada Cerita

IMG-20261002-WA0002.jpg

Oleh: Anang S. Otoluwa

Rabu (30/9) kemarin, Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail bertemu dengan para tenaga kesehatan di Hulondalo Ballroom. Pertemuan itu bukan sekadar silaturahmi. Pertemuan itu, menjadi kesempatan Gubernur menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh insan kesehatan Gorontalo atas prestasi yang telah diraih: Terbaik 1 kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan dari Kementerian Dalam Negeri.

Prestasi itu tentu bukan milik satu orang atau satu institusi. Di baliknya ada kerja keras ribuan tenaga kesehatan—dokter, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga gizi, analis, sanitarian, serta kader kesehatan yang setiap hari bekerja melayani masyarakat, dari kota hingga pelosok. Dari Pinogu hingga Molosipat.

Selain memberi apresiasi, Gubernur juga berpesan, agar jangan cepat puas diri dengan prestasi ini. Masih ada masalah lain yang perlu diseriusi, misalnya stunting dan angka kematian ibu (AKI) yang masih tinggi.

Meski AKI dan stunting masih tinggi, tapi Gubernur yakin, itu bisa diturunkan. Keyakinan itu antara lain karena saat ini, menurut beliau, Gorontalo seperti mendapatkan “karpet merah” dari pemerintah pusat. Apa yang kita perjuangkan selalu mendapat respons dan dukungan.

Contohnya, adalah RS Hasri Ainun Habibie. Ketika pembangunannya sempat terhenti karena anggaran tidak terserap, Gubernur kembali memperjuangkannya ke pemerintah pusat. Bersama Asisten dan Direktur, kami diajak menemui Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin (BGS).

Saya ingat persis kata-kata Menkes waktu itu. “Jangankan gedung RS Ainun, kualitas SDMnya, bahkan manajemennya siap kami bantu. Kalau perlu, tenaga ahli saya bisa jadi anggota dewan pengawas (Dewas) di sana”. kata Pak Menkes berapi-api.

Dalam audiensi itu, Pak Menkes juga meminta Gubernur untuk menyukseskan program unggulannya, Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kami dibawa Pak Menteri ke ruangannya. Di depan tv layar lebar, Menkes menunjukkan data capaian CKG per provinsi, termasuk Gorontalo.

Alhamdulillah, pertemuan itu melahirkan cerita. Tak sampai sebulan, Gubernur menyurati Menkes, meminta tenaga ahli yang dijanjikan. Tidak butuh lama, surat itu dibalas Menteri dengan penunjukan salah seorang inspektur di Kemenkes menjadi anggota Dewas RS Ainun. Kami bahkan dipersilakan untuk rapat di ruangannya, kapan saja.

Pada akhir tahun 2025, giliran Gubernur yang memenuhi komitmennya. Capaian CKG Provinsi Gorontalo menjadi yang tertinggi se Indonesia. Bahkan sampai akhir September 2026 ini, capaian tertinggi itu masih terus bertahan.

Cerita kemudian, pada 2026, dukungan DAK kembali mengalir untuk melanjutkan pembangunan gedung lima lantai. Puluhan milyard untuk penyelesaian ruang rawat inap 5 lantai, yang kita namai Menara BGS (Bumi Gorontalo Sehat), serta bonus pembangunan bunker untuk menjadikan RS Ainun menjadi pusat layanan kanker.

Bagi Gubernur, ini bukan sekadar soal anggaran. Ini adalah soal kepercayaan. Dan kepercayaan itu harus diganjar dengan kerja yang baik: program/proyek dilaksanakan tepat waktu, anggaran terserap dengan benar, tidak ada penyimpangan, dan yang paling penting, masyarakat merasakan manfaatnya.

Di sinilah pesan Gubernur itu menjadi sangat kuat:
“Harus selalu ada cerita.”
Jika tidak ada cerita, tidak akan ada apa-apa.

Maka setelah Terbaik 1 Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan, harus ada cerita berikutnya. Tentang semakin sedikit ibu yang meninggal saat melahirkan. Tentang semakin sedikit anak Gorontalo yang mengalami stunting.

Tentang semakin banyak masyarakat yang terdeteksi penyakitnya lebih awal melalui CKG.

Tentang rumah sakit Gorontalo yang semakin mampu menangani penyakit-penyakit yang sebelumnya harus dirujuk keluar daerah.

Tentang puskesmas yang semakin dekat dan semakin berkualitas melayani masyarakat.

Dan tentu saja, tentang tenaga kesehatan Gorontalo yang terus bekerja dengan integritas, inovasi, kolaborasi, dan semangat berprestasi.

Karena itu, jangan terlena dengan sebuah prestasi. Jangan puas dengan satu cerita. Mari kita lahirkan cerita-cerita baru.

Prestasi kemarin adalah bukti bahwa Gorontalo mampu. Kepercayaan pemerintah pusat adalah kesempatan. Dan kerja kita hari ini adalah cara untuk membuktikan bahwa kepercayaan itu layak diberikan.

Mari kita pastikan, cerita berikutnya adalah cerita tentang Gorontalo yang generasinya semakin sehat, semakin berprestasi, dan semakin dipercaya.

Ingat pesan Gubernur: “Harus Selalu Ada Cerita”. Tugas kita, menulis ceritanya. (*)

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen + ten =

scroll to top