Kabupaten Gorontalo, DinkesP2KB – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo memperkuat pembinaan dan evaluasi program kesehatan di Kabupaten Gorontalo dengan melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Terpadu, Rabu (24/09/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo tersebut diarahkan untuk mendorong percepatan pelaksanaan program prioritas nasional sekaligus meningkatkan pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan yang berdampak langsung pada kualitas layanan kepada masyarakat.
Tim Monev Terpadu Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo diterima Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Afriyani Katili, bersama jajaran sekretariat, kepala bidang, ketua tim kerja, serta para pengelola program kesehatan.
Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, mengatakan Monev Terpadu menjadi instrumen untuk memastikan pelaksanaan program tidak berhenti pada pencapaian indikator, tetapi diikuti dengan identifikasi masalah dan tindak lanjut yang terukur.
“Monev ini bukan sekadar melihat angka capaian, tetapi memastikan setiap program berjalan sesuai target, didukung data yang valid, dan menghasilkan tindak lanjut yang jelas. Kita ingin menemukan persoalan di lapangan lebih awal agar segera diperbaiki sehingga program dapat memberikan manfaat yang lebih optimal bagi masyarakat,” ujar Anang.
Menurut Anang, penguatan koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota diperlukan untuk memastikan kebijakan pembangunan kesehatan diterapkan secara efektif hingga fasilitas pelayanan kesehatan. Keselarasan perencanaan, pelaksanaan, pencatatan, dan pelaporan juga menjadi bagian penting dalam memastikan intervensi kesehatan tepat sasaran.
Monev Terpadu mencakup sejumlah bidang prioritas. Pada bidang kesehatan primer dan komunitas, evaluasi meliputi capaian SPM bidang kesehatan, kinerja Puskesmas, Posyandu, Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM), serta program kesehatan ibu dan anak dan gizi masyarakat.
Pada bidang penanggulangan penyakit, evaluasi diarahkan pada capaian imunisasi, surveilans epidemiologi, pengendalian penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC) dan malaria, serta pengendalian penyakit tidak menular (PTM).
Sementara itu, bidang kesehatan lanjutan, farmasi dan alat kesehatan mencakup penguatan pelayanan kesehatan rujukan, pelayanan kesehatan tradisional, pengelolaan kefarmasian dan perbekalan kesehatan, serta pemenuhan standar alat kesehatan dan mutu pelayanan di fasilitas kesehatan.
Evaluasi juga mencakup bidang sumber daya kesehatan, meliputi perencanaan dan pemenuhan tenaga kesehatan, pengembangan sumber daya manusia kesehatan, sistem informasi kesehatan, serta pengelolaan anggaran dan pembiayaan kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Afriyani Katili, mengapresiasi pelaksanaan Monev Terpadu sebagai bagian dari penguatan pembinaan dan evaluasi program kesehatan di daerah.
“Kami menyambut baik pelaksanaan Monev Terpadu ini. Ini menjadi momentum bagi kami untuk melakukan evaluasi internal, mengidentifikasi kendala di lapangan, dan menyelaraskan data capaian program agar lebih akurat dan akuntabel. Hasil rekomendasi dari tim provinsi akan segera kami tindaklanjuti,” ujar Afriyani.
Kegiatan dilanjutkan dengan desk dan verifikasi dokumen pada masing-masing bidang, serta diskusi bersama pengelola program. Proses tersebut menjadi ruang untuk mengidentifikasi kesenjangan capaian, memperbaiki kualitas data, serta menyusun langkah tindak lanjut terhadap berbagai kendala pelaksanaan program.
Melalui Monev Terpadu, Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo dan Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo memperkuat koordinasi agar program prioritas dan pemenuhan SPM bidang kesehatan dapat berjalan lebih efektif. Hasil evaluasi diharapkan menjadi dasar perbaikan layanan, sehingga peningkatan capaian program dapat berujung pada akses dan mutu pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat.
Rilis : ILB/Aan
Editor : MD
Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram
