Konsolidasi Pelayanan Darah, Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo Dorong Peningkatan Mutu Uji Saring Darah

IMG-20261030-WA0022.jpg

Sekretaris Dinas Jeane Istanti Dalie membuka konsolidasi pelayanan darah.

Kota Gorontalo, DinkesP2KB – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo mendorong peningkatan mutu pelayanan darah, khususnya dalam penerapan metode pemeriksaan Chemiluminescence Immunoassay (CLIA) untuk uji saring darah. Hal ini menjadi salah satu pembahasan dalam Pertemuan Konsolidasi Pelayanan Darah yang berlangsung di Hotel Elmadinah, Kota Gorontalo, Jumat (30/10/2026).

Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo yang diwakili Sekretaris Dinas, Jeane Istanti Dalie, membuka kegiatan tersebut. Pertemuan ini menjadi ruang koordinasi bagi Unit Transfusi Darah (UTD) dan Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) dalam membahas pemenuhan standar mutu pelayanan darah, termasuk metode pemeriksaan yang digunakan sebelum darah ditransfusikan kepada pasien.

Jeane menegaskan bahwa BDRS memiliki tanggung jawab untuk memastikan darah yang diterima dan diberikan kepada pasien memenuhi persyaratan mutu dan keamanan. Karena itu, koordinasi antara BDRS dan UTD perlu terus diperkuat agar pelayanan darah berjalan sesuai standar yang dipersyaratkan.

“Pelayanan darah tidak hanya berbicara tentang ketersediaan stok darah, tetapi juga memastikan darah yang diberikan kepada pasien memiliki mutu dan keamanan yang terjamin. Karena itu, standar pemeriksaan dan koordinasi antara UTD dengan BDRS harus menjadi perhatian bersama,” ujar Jeane.

Dalam pembahasan tersebut, sejumlah rumah sakit seperti RS Multazam Medical Center (MMC), RSUD Lemito Pohuwato, dan RSUD drg. Cara Gobel Kabupaten Boalemo menyampaikan kebutuhan kerja sama dengan UTD PMI Kota Gorontalo melalui nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) guna mendukung pemenuhan kebutuhan pemeriksaan darah dengan metode tersebut.

Pertemuan ini diharapkan menghasilkan kesepahaman dan langkah koordinasi antarfasilitas pelayanan darah, sehingga peningkatan mutu pemeriksaan dapat berjalan seiring dengan upaya menjamin ketersediaan darah yang aman dan berkualitas bagi masyarakat.

Sebanyak 55 peserta hadir dalam kegiatan tersebut, terdiri atas perwakilan dari 20 rumah sakit kabupaten/kota, Sekretaris PMI Provinsi Gorontalo, kepala UTD PMI kabupaten/kota, perwakilan Klinik Mirah, serta pengelola Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) se-Provinsi Gorontalo.

Rilis : ILB
Editor : MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fifteen − 9 =

scroll to top