Kemendagri Pastikan Program Penanggulangan TBC Terintegrasi dalam Perencanaan dan Anggaran Daerah

IMG-20260812-WA0019.jpg

Wamendagri Akhmad Wiyagus.

Kabupaten Gorontalo, DinkesP2KB – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan dukungan penuh terhadap percepatan penanggulangan Tuberkulosis (TBC) dengan memastikan program tersebut menjadi bagian dari perencanaan pembangunan dan penganggaran pemerintah daerah.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus mengatakan, integrasi program penanggulangan TBC ke dalam dokumen perencanaan hingga penganggaran daerah penting untuk memastikan program berjalan secara berkelanjutan dan memiliki dukungan sumber daya yang memadai.

Hal itu disampaikan Akhmad Wiyagus usai meresmikan Kecamatan Siaga TBC di Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo, Rabu (12/08/2026).

“Mendagri mendukung sepenuhnya program penanggulangan tuberkulosis ini dan kita selalu bersama-sama dengan Kementerian Kesehatan khususnya untuk meyakinkan bahwa pemerintah daerah ini, program penanggulangan tuberkulosis ini masuk dalam penyusunan perencanaan baik dari RPJMD kemudian juga RKPD sampai ke APBD termasuk di dalamnya adalah penyusunan rencana aksi daerah dan TP2TB, itu bentuk perhatian secara khusus Kemendagri dalam rangka penanggulangan Tuberkulosis” ungkap Akhmad.

Menurutnya, dukungan Kemendagri tidak hanya diarahkan pada aspek kebijakan, tetapi juga memastikan pemerintah daerah memiliki komitmen dalam menerjemahkan program nasional ke dalam kebijakan dan pelaksanaan di daerah. Integrasi tersebut mencakup perencanaan pembangunan, penganggaran, hingga penyusunan rencana aksi daerah dalam penanggulangan TBC.

Akhmad juga mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang ditunjukkan Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo dalam pelaksanaan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). Menurutnya, integrasi berbagai layanan dalam satu kegiatan menunjukkan bahwa koordinasi antarsektor telah berjalan hingga tingkat pelaksana.

“Tadi kita surprise karena kolaborasinya operasional bukan hanya di tataran kita bicara tetapi di level pelaksana sudah bisa mengeksekusi kalau ada kendala-kendala khususnya terkait dengan masalah pendataan jadi DTSEN dengan dengan Dukcapil kemudian juga dengan Perkim ini karena menyangkut pemberian bantuan dan renovasi perumahan yang sudah terprogramkan bisa tepat sasaran. Jadi kami sekali lagi konsen juga termasuk pembentukan Desa siaga ini penting karena itu yang terdepan intervensi Kecamatan, Kabupaten secara berjenjang juga ini akan mempercepat penanggulangan Tuberkulosis kemudian menurunkan angka Tuberkulosis di Indonesia” pungkasnya.

Ia menilai, keterlibatan lintas sektor menjadi faktor penting dalam penanggulangan TBC karena persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan layanan kesehatan. Aspek kependudukan, kondisi tempat tinggal, ketepatan sasaran bantuan sosial, serta penguatan peran pemerintah hingga tingkat desa turut berpengaruh terhadap keberhasilan intervensi.

Peresmian Kecamatan Siaga TBC di Tilango menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Wamendagri bersama Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus di Provinsi Gorontalo. Dalam kegiatan tersebut, keduanya juga meninjau pelaksanaan Posyandu 6 SPM, Cek Kesehatan Gratis (CKG) terintegrasi skrining TBC, serta berbagai pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Rilis : ILB
Foto : Dandels
Videografer : Andi/ILB
Video Editor : Reza
Editor : MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fourteen + two =

scroll to top
Bahasa »