Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo Perkuat Tata Laksana CKG untuk Kesehatan Gigi dan Mulut di Daerah Terpencil

WhatsApp-Image-2026-08-31-at-08.36.49.jpeg

Prof. Veny Hadju saat memberikan edukasi pada Road to HKN ke-62 di Kecamatan Pinogu Kabupaten Gorontalo.

Kabupaten Bone Bolango, DinkesP2KB – Semangat memperluas manfaat Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus digaungkan Pemerintah Provinsi Gorontalo. Menyambut Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 Tahun 2026, kegiatan Road to HKN 62 kembali dilaksanakan di daerah terpencil dan terjatuh yaitu di Kecamatan Pinogu, Kabupaten Bone Bolango, dengan mengusung tema “Tata Laksana CKG untuk Kesehatan Gigi dan Mulut”, Minggu (31/08/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tindak lanjut hasil skrining CKG, khususnya terhadap berbagai persoalan kesehatan gigi dan mulut yang ditemukan di masyarakat. CKG tidak hanya diarahkan untuk menemukan masalah kesehatan, tetapi memastikan masyarakat memperoleh edukasi, penanganan, dan tindak lanjut sesuai dengan hasil pemeriksaan.

Sebanyak enam orang tergabung dalam tim yang turun langsung ke Kecamatan Pinogu. Tim tersebut terdiri dari Guru Besar Universitas Hasanuddin (UNHAS) Prof. Veny Hadju, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo Anang S. Otoluwa, dokter gigi, serta staf dari lintas bidang.

Memasuki hari pertama, tim langsung tancap gas dengan pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan sekaligus mengidentifikasi masyarakat yang membutuhkan tindak lanjut pelayanan.

Bagi Prof. Veny Hadju, pelaksanaan CKG harus dipahami lebih jauh dari sekadar pemeriksaan.

“Jangan sampai CKG hanya menghasilkan angka cakupan. Yang paling penting adalah apa yang kita lakukan setelah menemukan masalah kesehatan. Kalau ditemukan gigi berlubang, misalnya, maka harus ada tata laksana dan tindak lanjutnya. Jadi CKG itu harus berujung pada tindakan,” ujar Prof. Veny.

Menurutnya, kesehatan gigi dan mulut memiliki hubungan erat dengan kualitas hidup dan kondisi kesehatan seseorang. Karena itu, masyarakat perlu diberikan pemahaman bahwa menjaga kesehatan gigi bukan hanya persoalan estetika, tetapi merupakan bagian penting dari kesehatan secara keseluruhan.

“Kita ingin masyarakat memahami bahwa kesehatan itu dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Makan makanan bergizi, menjaga kebersihan gigi dan mulut, serta memanfaatkan pelayanan kesehatan ketika ada masalah. Jangan menunggu sakitnya menjadi berat baru datang berobat,” jelasnya.

Selain pelayanan CKG, kegiatan juga dirangkaikan dengan sosialisasi dan penguatan program CKG serta Makan Bergizi Gratis (MBG). Kedua program tersebut dipandang memiliki keterkaitan dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan dan pemenuhan gizi.

Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo Anang S. Otoluwa menyampaikan bahwa pemilihan Pinogu sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Wilayah dengan karakteristik geografis dan akses pelayanan yang berbeda ini menjadi salah satu sasaran penting untuk memastikan pelayanan kesehatan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat di Pinogu juga mendapatkan hak yang sama dalam memperoleh pelayanan kesehatan. CKG jangan hanya kuat di wilayah yang mudah dijangkau. Justru kita harus datang ke wilayah-wilayah yang aksesnya lebih menantang,” ungkap Anang.

Ia menambahkan, tantangan CKG saat ini bukan lagi hanya bagaimana meningkatkan jumlah masyarakat yang diperiksa, tetapi bagaimana memastikan hasil pemeriksaan tersebut ditindaklanjuti.

“Kita ingin mengubah cara pandang. CKG bukan selesai ketika masyarakat sudah diperiksa. CKG baru memberikan manfaat ketika hasil pemeriksaannya ditindaklanjuti. Karena itu, untuk kesehatan gigi dan mulut kita hadirkan dokter gigi dan kita perkuat jejaring pelayanan,” tambahnya.

Nuansa berbeda hadir dalam Safari Dakwah CKG dan MBG yang disampaikan Prof. Veny. Melalui pendekatan keagamaan, pesan kesehatan disampaikan dengan bahasa yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Kesehatan tidak hanya dipandang sebagai urusan fasilitas kesehatan, tetapi juga sebagai bagian dari tanggung jawab setiap individu dan keluarga.

Prof. Veny mengajak masyarakat Pinogu untuk tidak ragu memanfaatkan program pemerintah yang telah disiapkan secara gratis.

“Kalau ada pelayanan kesehatan yang datang mendekati masyarakat, jangan dilewatkan. Mari kita manfaatkan. Kesehatan adalah investasi, dan menjaga kesehatan jauh lebih baik daripada menunggu sakit kemudian mengeluarkan biaya yang lebih besar,” pesannya di hadapan masyarakat.

Antusiasme masyarakat Pinogu pun terlihat dalam pelaksanaan CKG. Salah seorang warga, Dasmin Maksum yang mengikuti pemeriksaan mengaku terbantu dengan adanya pelayanan kesehatan yang dilaksanakan langsung di wilayah mereka.

“Kami sangat senang karena ada pemeriksaan seperti ini. Kalau harus ke kota atau ke tempat yang jauh, kadang kami berpikir lagi karena aksesnya tidak mudah. Dengan adanya CKG di sini, kami bisa diperiksa sekaligus mendapat penjelasan tentang kondisi kesehatan kami,” ungkap salah seorang warga.

Warga lainnya, Santo Hadju mengaku baru mengetahui bahwa persoalan pada gigi dan mulut perlu segera ditangani dan tidak cukup hanya dibiarkan selama belum menimbulkan rasa sakit.

“Selama ini kalau gigi belum sakit, kami pikir tidak perlu diperiksa. Setelah mendapat penjelasan dari dokter gigi, ternyata ada masalah yang harus ditangani. Jadi sekarang kami lebih paham dan akan berusaha untuk menindaklanjutinya,” tuturnya.

Kegiatan Road to HKN 61 di Pinogu sekaligus memperlihatkan bahwa keberhasilan CKG tidak cukup diukur dari tingginya cakupan pemeriksaan. Kualitas tata laksana dan tindak lanjut hasil skrining menjadi bagian penting dari keberhasilan program.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pelayanan kesehatan gigi dan mulut sekaligus meningkatkan pemanfaatan hasil CKG.

Dari Pinogu, semangat menuju HKN ke-61 Tahun 2026 kembali ditegaskan: CKG bukan sekadar memeriksa, tetapi menemukan, menindaklanjuti, dan menyelesaikan masalah kesehatan masyarakat.

Karena pada akhirnya, keberhasilan CKG bukan hanya tentang berapa banyak masyarakat yang diperiksa, tetapi berapa banyak masyarakat yang masalah kesehatannya berhasil ditangani.

Rilis : Arman/ILB
Foto : Arvan
Editor : MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 − four =

scroll to top