Anang Otoluwa Hadiri Pembukaan Muscab IBI Gorontalo Utara, Dorong Penguatan Peran Bidan Turunkan AKI dan AKB

IMG-20260719-WA0007.jpg

Pembukaan Muscab IBI Kabupaten Gorontalo Utara dan Seminar Nasional dengan tema Optimalisasi Peran Bidan di Era Transformasi Digital untuk Menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Kota Gorontalo, Dinkes P2KB – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, menghadiri pembukaan Musyawarah Cabang (Muscab) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Gorontalo Utara yang dirangkaikan dengan seminar nasional bertema “Optimalisasi Peran Bidan di Era Transformasi Digital untuk Menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB)”, Minggu (19/07/2026), di Hotel Amaris Kota Gorontalo.

Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis bagi organisasi profesi bidan untuk memperkuat kapasitas, mempererat soliditas organisasi, sekaligus meningkatkan kompetensi dalam menghadapi tantangan pelayanan kesehatan ibu dan anak di era digital. Muscab dan seminar diikuti sebanyak 289 peserta, terdiri atas 140 peserta yang hadir secara luring dan 149 peserta yang mengikuti secara daring.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Gorontalo Utara Mariyati Mohamad, Ketua IBI Provinsi Gorontalo Erfina Hasania, Kepala Dinas Kesehatan Gorontalo Utara yang diwakili Sekretaris Mohammad Dekson Mopili, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Gorontalo Utara Maya Oktaviani Rahmola, Ketua IBI Cabang Kabupaten Gorontalo Utara Ririyanti Mbuinga beserta jajaran pengurus dan anggota IBI.

Pelaksanaan kegiatan merupakan hasil kerja sama antara IBI Cabang Kabupaten Gorontalo Utara dan Promedicalth Gorontalo sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan mutu pelayanan kebidanan melalui penguatan organisasi profesi dan pengembangan kompetensi berkelanjutan.

Dalam keterangannya, Anang S. Otoluwa menyampaikan bahwa bidan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan ibu dan anak. Menurutnya, transformasi digital harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, mempercepat deteksi risiko kehamilan, serta memperkuat sistem rujukan sehingga mampu berkontribusi terhadap penurunan AKI dan AKB di Gorontalo.

“Transformasi digital harus menjadi alat untuk memperkuat pelayanan, bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi. Bidan perlu memanfaatkannya agar pelayanan kepada ibu dan bayi semakin cepat, tepat, dan berkualitas,” ujar Anang.

Ia juga mengajak seluruh bidan untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan menjaga profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Keberhasilan menurunkan angka kematian ibu dan bayi membutuhkan komitmen bersama. Saya mengajak seluruh bidan terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik bagi setiap ibu dan anak di Provinsi Gorontalo,” pungkasnya.

Melalui Muscab dan seminar ini diharapkan lahir berbagai rekomendasi strategis bagi penguatan organisasi IBI Kabupaten Gorontalo Utara, sekaligus meningkatkan kapasitas bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi guna mendukung percepatan penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi di Provinsi Gorontalo.

Rilis : ILB
Foto : Reza
Editor : MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × three =

scroll to top
Bahasa »