Dinkes P2KB Edukasi Siswa SMA Negeri 3 Kota Gorontalo tentang Kesehatan Reproduksi dan IMS

IMG-20261023-WA0008.jpg

Kepala Dinas Anang S. otoluwa memberikan edukasi kesehatan reproduksi remaja dan penularan penyakit infeksi menular seksual.

Kota Gorontalo, Dinkes P2KB – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan penyakit infeksi menular seksual (IMS) kepada 433 siswa kelas XI SMA Negeri 3 Kota Gorontalo, Jumat (23/10/2026).

Edukasi ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi, perubahan yang terjadi selama masa pubertas, serta risiko penyakit yang dapat timbul akibat hubungan seksual bebas.

Anang mengatakan, pemahaman yang menyeluruh mengenai kesehatan reproduksi penting dimiliki remaja agar mereka mampu mengenali perubahan pada dirinya sekaligus memahami risiko kesehatan yang perlu diantisipasi.

“Kita di SMA 3 Gorontalo, saat ini kami diundang untuk memberikan materi terkait dengan kesehatan reproduksi dan penyakit infeksi menular seksual yang terutama dimaksudkan agar remaja dalam hal ini siswa SMA bisa mempunyai pengetahuan yang menyeluruh terkait resiko penyakit-penyakit yang bisa timbul akibat hubungan seksual” kata Anang.

Ia menjelaskan, masa remaja merupakan periode transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa yang ditandai dengan berbagai perubahan, baik secara biologis maupun psikologis. Karena itu, pemahaman mengenai perubahan organ reproduksi dan cara menyikapinya menjadi bagian penting dalam edukasi kesehatan bagi remaja.

“Kemudian yang kedua adalah kesehatan reproduksi karena mereka mengalami perubahan atau transisi dari anak-anak, menjadi remaja dan dewasa. Ada perubahan-perubahan di organ reproduksi yang harus mereka ketahui dan bagaimana cara mengatasi itu karena yang berubah bukan hanya secara biologis tetapi juga secara psikologis” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Negeri 3 Kota Gorontalo, Siti Afriyani Arif, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran kokurikuler yang diselenggarakan berdasarkan identifikasi terhadap berbagai persoalan yang berkembang di kalangan remaja.

Menurutnya, tema kesehatan reproduksi dipilih setelah para guru melakukan identifikasi, asesmen, dan evaluasi terhadap kondisi pergaulan siswa. Sekolah kemudian berinisiatif menghadirkan narasumber yang kompeten untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai persoalan tersebut.

“Ini diangkat dari berbagai isu yang muncul, untuk remaja-remaja sekarang bisa dikatakan pergaulan bebas serta berawal dari hasil identifikasi, asesmen, evaluasi semua guru terkait dengan pergaulan anak-anak sekarang, sehingga tim kurikuler berinisiatif untuk melakukan pembelajaran kokurikuler, melakukan sosialisasi dengan mengundang narasumber yang tepat” jelas Siti.

Siti berharap, pembelajaran ini tidak hanya meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, tetapi juga mendorong mereka menjadi sumber informasi yang positif bagi teman sebaya, keluarga, dan masyarakat di lingkungan sekitar.

“Targetnya setelah mempelajari ini diharapkan siswa mampu saling mengedukasi, baik itu lingkungan sekitar mereka yang terdekat maupun lingkungan diluar” pungkasnya.

Kegiatan berlangsung dengan antusiasme siswa. Hal tersebut terlihat dari berbagai respons dan pertanyaan yang disampaikan ketika narasumber berinteraksi dengan peserta. Melalui edukasi ini, siswa diharapkan memiliki bekal pengetahuan yang memadai untuk memahami perubahan pada masa remaja, menjaga kesehatan reproduksi, serta mengambil keputusan yang bertanggung jawab terkait kesehatan diri.

Rilis: ILB
Videografer: ILB/MD
Foto: Dandels
Video Editor: Reza
Editor: MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 + 7 =

scroll to top