Seminar Hari Kesling Sedunia, Dirjen Kesmas : Daerah Tindak Lanjuti Aksi Adaptasi Perubahan Iklim

WhatsApp-Image-2019-10-02-at-12.24.24.jpeg

Dirjen Kesehatan Masyarakat dr. Kirana Pritasari, MQIH saat membuka Seminar dalam rangka Hari Kesehatan Lingkungan Sedunia 2019, Rabu (02/10/2019) di Aula Siwabessy Kementerian Kesehatan RI Jakarta

Jakarta, Dinkesprov – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melaksanakan Seminar dan pemberian penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) berkelanjutan kepada Kabupaten/Kota Tahun 2019.

Seminar dilaksanakan dalam rangka Hari Kesehatan Lingkungan Sedunia Tahun 2019 dengan tema Tantangan perubahan iklim, saatnya kesehatan lingkungan bergerak bersama secara global, dan sub tema aksi adaptasi perubahan iklim dalam upaya mewujudkan lingkungan sehat.

Hadir dan membuka kegiatan Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat dr. Kirana Pritasari, MQIH. Dalam arahannya, dr. Kirana berharap pertemuan ini memberikan semangat atas prestasi yang diraih oleh pemerintah daerah, lembaga dalam upaya aksi adaptasi kesehatan lingkungan.

Narasumber Seminar Kepala Balitbangkes, Sekretariat RAN Api Bappenas, Pemprov DKI Jakarta dan Pusat Studi Bencana LPPM – ITB

Menurut Dirjen Kirana, perubahan iklim adalah tantangan di era globalisasi yang memberikan kerugian dan penurunan kualitas lingkungan sehingga memberikan dampak bagi kesehatan. Menurut WHO kerugian ekonomi akibat perubahan iklim sekitar 2 milyar dolar per tahun.

“Masalah Indonesia saat ini adalah menurunkan stunting dan kita berharap agar perubahan iklim tidak memberikan hambatan dalam mencapai hal itu dan kesehatan lingkungan berperan penting dalam meningkatkan derajat kesehatan” ucap dr. Kirana.

Dirjen Kesmas juga menyoroti masalah sampah dimana secara global sampah menjadi isu yang sangat miris karena dari 65,5 juta ton sampah 15% terdiri dari sampah plastik dan 15% – 20% belum terkelola dengan baik dan mencemari pantai dan laut kita, ungkap dr. Kirana.

Juara lomba logo keamanan pangan, fotografi dan vlog

Beberapa upaya telah dilakukan diantaranya adaptasi, advokasi dan sosialisasi strategi perubahan iklim, strategi perubahan iklim berbasis masyarakat dan rencana aksi serta disusunnya desa/kelurahan sehat iklim. Upaya tersebut merupakan implementasi dari Permenkes Nomor 1018 tentang strategi adaptasi sektor kesehatan terhadap dampak perubahan iklim, beber Dirjen Kesmas.

“Kami harap yang hadir saat ini dapat menjadi agent of change dan rencana aksi ini kami harapkan dapat di tindak lanjuti oleh daerah untuk melakukan aksi adaptasi dalam menghadapi perubahan iklim,” pungkas dr. Kirana.

Direktur Kesehatan Lingkungan dr. Imran Agus Nurali, Sp.KO menyampaikan
bahwa hari Kesehatan Lingkungan sedunia merupakan penghargaan atas kerja keras dan dedikasi para pelaku yang membuat perbedaan dalam melakukan edukasi kesehatan lingkungan yang diperingati pertama kali pada tanggal 26 September 2011.

Seminar ini diikuti oleh internal Kemenkes, lintas sektor dan lembaga terkait, TNI, Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten/Kota dan wartawan dari berbagai media.

Selain itu, pada kesempatan itu juga akan diberikan penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat berkelanjutan kepada Kabupaten/Kota dan juara lomba logo keamanan pangan, fotografi dan vlog.

Rilis : MD
Editor : Nancy Pembengo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five + 15 =

scroll to top