Jalan Akses Pinogu Kembali Memakan Korban

IMG-20260923-WA0031.jpg

Penanganan kecelakaan di jalur Pinogu.

Kabupaten Bone Bolango, DinkesP2KB – Jalan menuju Pinogu bukan sekadar perjalanan dari satu tempat ke tempat lain. Di jalur ini, setiap tikungan dan turunan membutuhkan kewaspadaan ekstra. Jalannya berkelok tajam dengan sejumlah penurunan yang curam. Saat hujan, permukaan jalan berubah menjadi licin dan berlumpur. Sebaliknya, pada musim kemarau seperti saat ini, debu tebal, bebatuan yang berhamburan, serta permukaan jalan yang tidak rata menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara.

Risiko itu kembali terjadi saat kunjungan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail ke Pinogu, 22–23 September ini. Salah seorang peserta rombongan, Mat. A, mengalami kecelakaan ketika melintasi jalur penurunan dari Sabua 9 menuju Sabua 4. Motor yang dikendarainya tiba-tiba mengalami gangguan pada tali gas.

“Tali gas nyangkut, sehingga saat menurun, gasnya tidak bisa dikendorkan. Motor tidak bisa direm, sehingga tidak bisa dikendalikan oleh driver,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Provinsi Gorontalo, Aries N. Ardianto. yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.

Motor kemudian kehilangan kendali saat melintasi jalur yang menurun dan berbatu. Pengendara terjatuh dan mengalami luka pada bagian lutut. Beruntung, tim medis yang ikut dalam rombongan segera memberikan pertolongan.

Keberadaan tenaga kesehatan dalam perjalanan tersebut menjadi sangat penting, mengingat lokasi kejadian berada di jalur yang memiliki tingkat kesulitan tinggi dan akses keluar dari kawasan Pinogu tidak mudah.

Hingga saat ini, Mat. A masih mengalami shock akibat kejadian tersebut sehingga belum dapat memberikan keterangan secara langsung mengenai kecelakaan yang dialaminya.

Peristiwa ini kembali menunjukkan bahwa perjalanan menuju Pinogu bukanlah perjalanan biasa. Kondisi jalan yang sangat dipengaruhi cuaca dan karakter geografis kawasan membuat aspek keselamatan harus menjadi perhatian utama setiap kali jalur ini dilalui.

Kecelakaan yang dialami Mat. A menjadi pengingat bahwa di balik keindahan dan potensi Pinogu, masih terdapat tantangan besar pada aspek aksesibilitas dan keselamatan transportasi.

Jalan akses Pinogu sepanjang 42 kilometer itu tidak hanya membutuhkan keberanian untuk dilalui, tetapi juga membutuhkan infrastruktur yang aman, kendaraan yang laik, kesiapan pengemudi, serta kewaspadaan tinggi dari setiap orang yang melintasinya.

Dan kali ini, insiden itu meninggalkan satu pesan penting: jalan Akses Pinogu harus mendapat perhatian baik dari pemerintah Kabupaten, Provinsi, maupun Pusat agar semakin aman bagi siapa pun yang melaluinya.

Rilis : ILB
Editor : MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

six − five =

scroll to top