Kota Gorontalo, Dinkes P2KB — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo turut berpartisipasi dalam Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2026 yang digelar di ruas Jalan Andalas, Kota Gorontalo, Sabtu (12/09/2026).
Keikutsertaan Dinkes P2KB tidak sekadar menampilkan kreativitas dalam karnaval, tetapi juga membawa pesan kesehatan yang dikemas melalui kekayaan adat dan budaya Gorontalo. Pada GKK 2026, Dinkes P2KB mengangkat tema “Handalo Ulipu”, sebuah simbol kebesaran adat yang sarat dengan nilai kehormatan, kesiapan, dan kesakralan dalam kehidupan masyarakat Gorontalo.
Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, mengatakan partisipasi Dinkes P2KB dalam GKK menjadi ruang untuk memperkenalkan pesan-pesan kesehatan dengan pendekatan budaya yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Kesehatan tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari setiap tahapan kehidupan masyarakat, termasuk dalam tradisi dan prosesi adat. Karena itu, kami ingin menyampaikan pesan bahwa menjaga kesehatan merupakan bagian penting dari mempersiapkan kehidupan keluarga sejak awal,” kata Anang.
Menurutnya, salah satu pesan yang ingin ditekankan adalah pentingnya pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi calon pengantin menjadi bagian dari upaya deteksi dini dan persiapan kesehatan sebelum memasuki kehidupan berkeluarga.
“Pernikahan adalah sebuah fase kehidupan yang sakral. Karena itu, persiapannya bukan hanya menyangkut adat dan seremonial, tetapi juga kesiapan fisik dan kesehatan kedua calon mempelai. Pemeriksaan kesehatan sejak sebelum menikah merupakan investasi untuk membangun keluarga dan generasi yang sehat,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Jeane Istanti Dalie, selaku koordinator tim Dinkes P2KB dalam GKK 2026, menjelaskan bahwa pemilihan Handalo Ulipu sebagai tema didasarkan pada kedekatannya dengan berbagai prosesi penting dalam adat Gorontalo.
Handalo Ulipu merupakan genderang kebesaran adat Gorontalo yang dibunyikan untuk mengiringi berbagai prosesi adat, antara lain penyambutan tamu, pemberian gelar adat, hingga prosesi pernikahan.
“Handalo Ulipu memiliki makna yang sangat kuat dalam budaya Gorontalo. Bunyi genderang ini hadir dalam prosesi-prosesi adat yang sakral dan penuh kehormatan. Dalam rangkaian pernikahan, mulai dari dutu, akad hingga modelo, Handalo Ulipu menjadi bagian yang tidak terpisahkan,” jelas Jeane.
Menurut Jeane, kehadiran Handalo Ulipu dalam prosesi pernikahan menggambarkan bahwa perkawinan memiliki kedudukan penting dalam kehidupan masyarakat Gorontalo dan membutuhkan persiapan yang matang, termasuk dari sisi kesehatan.
“Pesan yang kami bawa adalah bahwa kesakralan pernikahan juga perlu diiringi dengan kesiapan kesehatan kedua mempelai. Salah satunya dengan memanfaatkan Cek Kesehatan Gratis bagi calon pengantin, sehingga pasangan dapat memasuki kehidupan berkeluarga dalam kondisi kesehatan yang lebih baik dan diharapkan dapat melahirkan generasi yang sehat, berakhlak mulia serta sukses dalam kehidupan,” ujar Jeane.
Ia menambahkan, penggabungan unsur budaya dan pesan kesehatan dalam GKK 2026 merupakan upaya Dinkes P2KB untuk menjadikan budaya lokal sebagai bagian dari komunikasi kesehatan kepada masyarakat.
“Handalo Ulipu dengan seluruh prosesi adat yang menyertainya merupakan salah satu kebanggaan masyarakat Gorontalo. Nilai-nilai tersebut perlu terus dilestarikan, sekaligus dapat menjadi media untuk menyampaikan pesan-pesan positif, termasuk pentingnya kesehatan keluarga,” katanya.
Melalui tema tersebut, Dinkes P2KB ingin menegaskan bahwa pelestarian budaya dan pembangunan kesehatan dapat berjalan beriringan. Tradisi tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk menanamkan kesadaran kesehatan bagi keluarga dan generasi masa depan.
Rilis : ILB
Foto : Gelar
Editor : MD
Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram
