Wamenkes dan Wamendagri Resmikan Kecamatan Siaga TBC di Gorontalo

IMG-20260812-WA0018.jpg

Pelepasan balon tanda diresmikannya Kecamatan Tilango Siaga TBC.

Kabupaten Gorontalo, DinkesP2KB – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus bersama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Gorontalo, Rabu (12/08/2026). Keduanya disambut Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Bupati Pohuwato Syaipul Mbuinga, Wakil Bupati Gorontalo Tony Yunus, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo Anang S. Otoluwa, serta sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo.

Dalam kunjungan tersebut, Wamenkes dan Wamendagri meresmikan Kecamatan Siaga Tuberkulosis (TBC) di Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo. Peresmian ditandai dengan pelepasan balon ke udara.

Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus mengatakan, eliminasi TBC merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming serta masuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). Karena itu, pemerintah pusat perlu memastikan pelaksanaan program berjalan efektif hingga tingkat lapangan.

“Program pemberantasan Tuberkulosis adalah program prioritas dari pada pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming yaitu merupakan program PHTC (Program Hasil Terbaik Cepat). Oleh karena itu, kami memantau kegiatan di lapangan termasuk menyumbang peralatan untuk mendukung, pendanaan pembiayaannya, pemeriksaannya maupun juga dengan melihat di lapangan kader-kader” ungkap Benjamin.

Benjamin mengaku terkesan dengan kolaborasi lintas sektor yang ditunjukkan Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo dalam pelaksanaan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) serta Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang terintegrasi dengan skrining TBC.

“Kami terus terang sangat terkesan dengan Gorontalo karena apa bukan cuma dari dinas kesehatannya tetapi tadi ada dukcapil untuk mengatur kalau mereka yang tidak tidak masuk niknya tidak masuk bisa di on-kan kemudian tadi lintas sektor juga ada. Kementerian Perumahan untuk memantau ternyata dari 1100 lebih yang mau dibangun perumahan buat masyarakat tidak mampu ternyata baru 100 yang memenuhi syarat. Nah makanya hal-hal itu mereka mencoba menolong dan memperbaiki. Jadi pemberantasan TBC tidak semata-mata dengan mengobati saja tapi nomor satu adalah mencegah supaya orang tidak tertular dan kemudian yang kedua juga menolong sehingga rumahnya layak huni itu salah satu program prioritas daripada presiden” katanya.

Menurutnya, upaya eliminasi TBC membutuhkan pendekatan yang lebih luas dan tidak hanya berfokus pada pengobatan pasien. Pencegahan penularan, deteksi dini, perbaikan kondisi tempat tinggal, serta keterlibatan lintas sektor menjadi bagian penting dalam memutus rantai penularan TBC.

Dalam kunjungan tersebut, Wamenkes dan Wamendagri juga meninjau pelaksanaan Posyandu 6 SPM dan CKG yang terintegrasi dengan skrining TBC. Peninjauan mencakup pelayanan kesehatan oleh dokter spesialis penyakit dalam, spesialis gizi klinik, dan spesialis anak, serta pelayanan lesehan bagi bayi, balita, anak, dan ibu hamil.

Rangkaian kegiatan turut diisi dengan penandatanganan komitmen percepatan eliminasi TBC sebagai bentuk penguatan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dalam mencapai target eliminasi TBC.

Rilis: ILB
Foto: Dandels
Videografer: Andi/ILB
Video Editor: Reza
Editor: MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen − 1 =

scroll to top
Bahasa »