Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo Perkuat Pemenuhan SDM Kesehatan untuk Tingkatkan Kinerja Puskesmas dan Layanan Rujukan

IMG-20260730-WA0003-e1785390976847.jpg

Pertemuan Advokasi Pemenuhan SDM Kesehatan dalam Mendukung Peningkatan Kinerja Puskesmas melalui Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) dan Penguatan Layanan Rujukan.

Kota Gorontalo, DinkesP2KB – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo menggelar Pertemuan Advokasi Pemenuhan SDM Kesehatan dalam Mendukung Peningkatan Kinerja Puskesmas melalui Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) dan Penguatan Layanan Rujukan pada 30–31 Juli 2026 di Yulia Hotel Kota Gorontalo. Pertemuan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, Kamis (30/07/2026) sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi percepatan pemenuhan tenaga kesehatan di seluruh wilayah Gorontalo.

Pertemuan tersebut menjadi forum strategis yang mempertemukan pemerintah daerah, rumah sakit, puskesmas, perguruan tinggi, Kementerian Kesehatan RI, dan BPJS Kesehatan untuk menyusun langkah bersama dalam mempercepat pemenuhan tenaga kesehatan sesuai kebutuhan daerah. Upaya tersebut sekaligus mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan primer melalui skema Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) serta memperkuat layanan rujukan di Provinsi Gorontalo.

Dalam sambutannya, Anang menegaskan bahwa ketersediaan sumber daya manusia kesehatan, khususnya tenaga medis, merupakan fondasi penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, baik di fasilitas pelayanan primer maupun rumah sakit rujukan.

“Pertemuan ini bukan hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi untuk membangun komitmen bersama. Kita berharap melalui kegiatan ini seluruh pihak dapat saling berbagi informasi, membuka peluang, dan menyusun langkah nyata dalam mempercepat pemenuhan SDM kesehatan sesuai kebutuhan di wilayah masing-masing,” ujar Anang.

Menurut Anang, tantangan pemenuhan dokter umum, dokter gigi, dan dokter spesialis tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi. Diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, serta seluruh pemangku kepentingan agar kebijakan yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan riil di lapangan.

“Pemenuhan dokter umum, dokter gigi, dan dokter spesialis merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan kesehatan daerah. Ketika kebutuhan SDM kesehatan dapat dipenuhi secara merata, maka pelayanan di puskesmas akan semakin optimal, sistem rujukan menjadi lebih kuat, dan masyarakat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas,” tambahnya.

Pertemuan ini diikuti oleh direktur RSUD milik pemerintah di Provinsi Gorontalo, Dinas Kesehatan kabupaten/kota, fakultas kedokteran, serta perwakilan puskesmas dengan capaian Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) yang belum mencapai target. Kehadiran para peserta diharapkan mampu menghasilkan kesamaan persepsi dalam menyusun strategi pemenuhan SDM kesehatan yang efektif, terukur, dan berkelanjutan.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan penguatan materi dari Direktorat Pendayagunaan SDM Kesehatan, Direktorat Penyediaan SDM Kesehatan, Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI, BPJS Kesehatan, serta RSUD dr. Hasri Ainun Habibie. Materi yang disampaikan mencakup kebijakan nasional penyediaan dan pendayagunaan SDM kesehatan, strategi penguatan layanan rujukan melalui pemenuhan dokter spesialis, serta keterkaitan pemenuhan dokter umum dan dokter gigi dengan peningkatan kinerja puskesmas melalui skema Kapitasi Berbasis Kinerja.

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie dalam memperkuat sistem kesehatan daerah melalui pemerataan tenaga kesehatan, peningkatan mutu pelayanan kesehatan primer, serta penguatan layanan rujukan agar masyarakat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan berkesinambungan.

Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo menargetkan forum advokasi ini menjadi titik awal penguatan sinergi antar pemangku kepentingan dalam memenuhi kebutuhan SDM kesehatan di daerah. Dengan dukungan tenaga kesehatan yang memadai, peningkatan kinerja puskesmas, penguatan layanan rujukan, dan pemerataan akses pelayanan kesehatan bermutu diharapkan dapat terwujud secara berkelanjutan.

Rilis : ILB/Indah
Editor : MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × three =

scroll to top
Bahasa »