Pelatihan Petugas TBC Provinsi Gorontalo Dukung Layanan Kesehatan Inklusif melalui Pembelajaran Bahasa Isyarat

WhatsApp-Image-2026-07-03-at-12.48.34.jpeg

Materi keterampilan dasar bahasa isyarat disampaikan oleh narasumber dari GERKATIN dan Komunitas Rangkul Asa.

Kota Gorontalo, DinkesP2KB – Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo menyelenggarakan Pelatihan Petugas Tuberkulosis (TB) Tingkat Puskesmas dan Rumah Sakit secara blended learning, memadukan pembelajaran daring dan luring yang dipusatkan di Hotel El Madinah, Kota Gorontalo. Kegiatan ini dilaksanakan secara terintegrasi oleh Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) bersama Sekretariat Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo sebagai bagian dari upaya mendukung pencapaian prioritas pembangunan kesehatan yang inklusif.

Dalam laporannya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) selaku Ketua Panitia, Erni Nuraini Mansur, menyampaikan bahwa pelatihan tahun ini menghadirkan inovasi melalui pengintegrasian materi Keterampilan Dasar Bahasa Isyarat ke dalam kurikulum pelatihan petugas TB. Langkah tersebut merupakan implementasi Transformasi Kesehatan yang bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang ramah disabilitas, sehingga komunikasi dengan pasien Tuli dapat berlangsung lebih efektif dan mendukung keberhasilan pengobatan.

Pada pembukaan kegiatan, Senin (29/06/2026), Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, mengapresiasi inovasi tersebut sebagai wujud nyata transformasi layanan kesehatan yang tidak hanya berorientasi pada aspek klinis, tetapi juga menjamin pelayanan yang inklusif, humanis, dan tanpa diskriminasi bagi seluruh masyarakat.

“Pelayanan kesehatan yang berkualitas harus dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Pengintegrasian materi bahasa isyarat dalam pelatihan petugas TB merupakan langkah nyata mewujudkan transformasi layanan kesehatan yang inklusif. Tenaga kesehatan tidak hanya dituntut memiliki kompetensi klinis, tetapi juga kemampuan berkomunikasi secara efektif agar setiap pasien memperoleh pelayanan yang setara, bermartabat, dan tanpa diskriminasi,” ujar Anang.

Materi keterampilan dasar bahasa isyarat disampaikan oleh narasumber dari GERKATIN dan Komunitas Rangkul Asa, yang memberikan pembelajaran mengenai komunikasi dasar dengan penyandang Tuli sekaligus membangun pemahaman peserta tentang pentingnya pelayanan kesehatan yang aksesibel.

Para peserta menyambut positif materi tersebut. Salah seorang peserta mengungkapkan bahwa pembelajaran bahasa isyarat memberikan pengalaman baru yang sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien. Menurutnya, kemampuan berkomunikasi dengan pasien Tuli merupakan bagian penting dari pelayanan kesehatan yang berpusat pada pasien dan menghormati hak setiap warga untuk memperoleh layanan kesehatan yang setara.

Melalui pelatihan ini, Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo menegaskan komitmennya untuk mewujudkan layanan kesehatan yang inklusif sebagaimana tertuang dalam Rencana Strategis Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo Tahun 2025–2029. Dengan penguatan kapasitas petugas kesehatan yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki kompetensi komunikasi yang inklusif, diharapkan upaya eliminasi Tuberkulosis di Provinsi Gorontalo dapat berjalan lebih efektif dengan mengedepankan prinsip no one left behind, sehingga seluruh masyarakat memperoleh hak yang sama atas pelayanan kesehatan yang berkualitas.

Rilis : KrisNA/ILB
Editor : MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sixteen − 3 =

scroll to top
Bahasa »