30 Dokter Puskesmas Gorontalo Ikuti Pelatihan ANC dan USG Dasar

IMG-20260905-WA0007.jpg

Kepala Dinas Anang S. Otoluwa menutup Pelatihan Pelayanan Antenatal Care (ANC) dan Penggunaan USG Dasar Obstetri Terbatas.

Kota Gorontalo, DinkesP2KB – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, didampingi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Syafiin S. Napu, memberikan arahan sekaligus menutup Pelatihan Pelayanan Antenatal Care (ANC) dan Penggunaan USG Dasar Obstetri Terbatas, Sabtu (5/9/2026), di Hotel Amaris, Kota Gorontalo.

Pelatihan yang berlangsung selama enam hari tersebut diikuti 30 dokter umum dari Puskesmas yang berasal dari lima kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo. Kegiatan dilaksanakan melalui metode blended learning, yang memadukan pembelajaran teori dengan praktik klinis dan on-the-job training (OJT).

Anang mengatakan peningkatan kompetensi dokter Puskesmas dalam pelayanan ANC dan penggunaan USG dasar menjadi bagian penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak di tingkat primer.

“Pelatihan ini harus memberikan dampak nyata terhadap kualitas pelayanan di Puskesmas. Kemampuan melakukan ANC yang berkualitas dan memanfaatkan USG dasar obstetri secara tepat akan membantu tenaga kesehatan mengenali faktor risiko serta komplikasi kehamilan lebih dini,” ujar Anang.

Menurutnya, deteksi dini di fasilitas pelayanan kesehatan primer memiliki peran penting dalam mencegah keterlambatan penanganan maupun rujukan. Pemeriksaan ANC yang berkualitas dengan dukungan USG dapat membantu dokter menentukan usia kehamilan, mengonfirmasi letak janin, menilai pertumbuhan janin, serta mengenali penyulit obstetri lebih awal.

Anang juga mendorong para peserta untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan di wilayah kerja masing-masing.

“Saya berharap setelah kembali ke Puskesmas, para peserta tidak berhenti pada capaian pelatihan, tetapi benar-benar mengimplementasikan kompetensi yang diperoleh. Kita ingin memperkuat fungsi skrining di tingkat pelayanan primer sehingga rujukan dapat dilakukan secara tepat waktu dan pelayanan ibu dan bayi semakin berkualitas,” katanya.

Pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Gorontalo memperluas cakupan dokter Puskesmas yang memiliki kompetensi penggunaan USG dasar obstetri terbatas. Berdasarkan data Dinkes P2KB, dari 150 dokter yang bertugas di seluruh Puskesmas di Provinsi Gorontalo, sebanyak 80 dokter telah mendapatkan pelatihan USG, dengan dukungan 94 unit perangkat USG yang tersebar di Puskesmas.

Dalam sambutannya, Anang menyebut masih terdapat 70 dokter Puskesmas yang belum mendapatkan pelatihan USG. Karena itu, pelatihan secara bertahap diarahkan untuk mendukung target cakupan 100 persen dokter Puskesmas terlatih di Provinsi Gorontalo.

Sementara itu, evaluasi penyelenggaraan menunjukkan respons positif dari peserta. Evaluasi pembelajaran mencatat skor rata-rata 4,87 dari 5 dengan predikat “Bagus Sekali”. Evaluasi terhadap fasilitator juga memperoleh rata-rata skor 4,87 dengan predikat yang sama, dimana fasilitator berasal dari Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) wilayah Gorontalo.

Dari hasil evaluasi peserta, sejumlah dokter juga mendapat penghargaan atas capaian selama pelatihan. Faizal A. Abdul Razak dari Puskesmas Marisa meraih peringkat terbaik pertama, disusul Rinaldi Nadjil dari Puskesmas Bongomeme sebagai terbaik kedua dan Sofyan Huntoyungo dari Puskesmas Tilamuta sebagai terbaik ketiga.

Pelatihan tersebut diharapkan memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di Puskesmas sekaligus mendukung upaya Provinsi Gorontalo menurunkan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi melalui deteksi dan penanganan risiko kehamilan secara lebih dini.

Rilis : ILB
Editor : MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × 1 =

scroll to top