Kota Gorontalo, DinkesP2KB – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo menggelar Kickoff Meeting Penyusunan Master Plan Transformasi Kesehatan Provinsi Gorontalo 2026–2050, Selasa (1/9/2026). Pertemuan ini menjadi langkah awal penyusunan dokumen perencanaan jangka panjang yang akan menjadi acuan arah kebijakan dan strategi pembangunan kesehatan daerah selama 25 tahun mendatang.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, yang menekankan pentingnya master plan sebagai instrumen strategis untuk memastikan transformasi kesehatan di daerah berjalan terarah, berkelanjutan, dan mampu menjawab dinamika serta tantangan pembangunan kesehatan di masa depan.
“Master plan ini bukan sekadar dokumen perencanaan, tetapi menjadi pijakan bersama untuk menentukan arah pembangunan kesehatan Gorontalo hingga 2050. Karena itu, penyusunannya harus berbasis data, memperhatikan kebutuhan masyarakat, serta selaras dengan kebijakan pembangunan kesehatan nasional dan karakteristik daerah.” ujar Anang.
Menurutnya, perencanaan jangka panjang membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan agar kebijakan yang dihasilkan tidak hanya realistis untuk dilaksanakan, tetapi juga mampu memberikan dampak terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Kickoff meeting tersebut diikuti secara tatap muka oleh pejabat administrator, pejabat Fungsional Ahli Madya, dan ketua tim kerja di lingkungan Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo. Kegiatan juga melibatkan tim ahli dari Universitas Gadjah Mada dan sejumlah tenaga ahli yang tergabung dalam tim penyusunan, di antaranya Adip Wahyudi, M. Faozi Kurniawan, Agus Salim, Abdul Wahab Podungge, serta tim ahli lainnya yang berpartisipasi secara luring maupun daring.
Pembahasan pada tahap awal difokuskan pada penyamaan persepsi mengenai konteks dan arah penyusunan Master Plan Transformasi Kesehatan. Peserta juga membahas keterkaitan master plan dengan Rencana Induk Bidang Kesehatan (RIBK), serta arah kebijakan transformasi kesehatan di tingkat nasional dan daerah.
Dalam pertemuan tersebut turut dipaparkan kerangka besar Master Plan Transformasi Kesehatan 2026–2050, termasuk metodologi dan tahapan penyusunannya. Proses tersebut mencakup pengumpulan dan pemetaan data, analisis kondisi serta kebutuhan kesehatan daerah, perumusan arah strategis, hingga penyusunan dokumen akhir.
Anang menegaskan bahwa kualitas master plan sangat ditentukan oleh ketepatan data dan kemampuan tim dalam membaca kebutuhan kesehatan masyarakat secara komprehensif.
“Kita ingin dokumen ini benar-benar menggambarkan kondisi Gorontalo dan menjawab kebutuhan masyarakat. Data harus menjadi dasar dalam menetapkan prioritas, sementara masukan dari seluruh pihak menjadi bagian penting agar strategi yang dirumuskan dapat diimplementasikan secara efektif dan berkelanjutan.” katanya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan konfirmasi antara tim penyusun dan peserta. Berbagai masukan, tanggapan, serta poin klarifikasi disampaikan untuk memperkuat substansi dan menyempurnakan arah penyusunan dokumen. Diskusi dipandu oleh salah satu anggota tim penyusun yang hadir secara luring.
Kegiatan kemudian ditutup secara resmi oleh Sekretaris Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo. Dalam penutupannya, disampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta sekaligus rencana tindak lanjut untuk memasuki tahapan penyusunan berikutnya.
Dengan digelarnya kickoff meeting ini, Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo menargetkan penyusunan Master Plan Transformasi Kesehatan 2026–2050 berlangsung secara partisipatif, berbasis bukti, terarah, dan tepat waktu. Dokumen tersebut diharapkan menjadi fondasi perencanaan pembangunan kesehatan yang mampu mengantisipasi perubahan kebutuhan masyarakat serta memperkuat sistem kesehatan Gorontalo dalam jangka panjang.
Rilis : KrisNA/ILB
Editor : MD
Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram
