Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo Olah Data Mikro SKI 2023 untuk Petakan Indikator Kesehatan hingga Kabupaten/Kota

IMG-20260921-WA0025.jpg

Workshop Pengolahan Data Mikro Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023.

Kota Gorontalo, DinkesP2KB – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo menggelar Workshop Pengolahan Data Mikro Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, Senin (21/09/2026) di Aula Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo.

Workshop yang dilaksanakan selama dua hari tersebut diarahkan untuk mengolah data mikro SKI 2023 menjadi informasi yang lebih spesifik bagi wilayah Gorontalo, terutama hingga tingkat kabupaten/kota. Kegiatan diikuti perwakilan pengolah data di lingkungan Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo dengan menghadirkan narasumber dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Selama ini, hasil SKI 2023 yang dipublikasikan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tersedia pada tingkat provinsi. Pengolahan kembali data mikro memungkinkan pemerintah daerah melakukan analisis yang lebih terperinci terhadap indikator kesehatan sesuai ketersediaan sampel, termasuk untuk melihat gambaran kondisi di masing-masing kabupaten/kota.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa. Dalam arahannya, Anang menekankan pentingnya ketersediaan data yang lebih rinci sebagai dasar dalam merancang kebijakan dan program kesehatan yang sesuai dengan kondisi wilayah.

“Kita membutuhkan data yang lebih rinci hingga tingkat kabupaten/kota, kecamatan, bahkan desa dan kelurahan, agar setiap kebijakan dan program yang kita susun benar-benar didasarkan pada kondisi riil di lapangan,” ujarnya.

Selama workshop, peserta mendapatkan pemaparan mengenai metodologi dan struktur data mikro SKI 2023, kemudian dilanjutkan dengan praktik pengolahan data dengan pendampingan narasumber dari UNG.

Pada hari pertama, peserta berlatih mengolah data hingga tingkat kabupaten/kota sesuai dengan ketersediaan sampel. Praktik pengolahan kemudian dilanjutkan pada hari kedua untuk menghasilkan dataset indikator kesehatan yang dapat digunakan dalam analisis lebih lanjut.

Selain menghasilkan data yang lebih spesifik bagi wilayah Gorontalo, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas teknis pengolah data di lingkungan Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo. Kemampuan mengolah dan menganalisis data mikro dinilai penting untuk memastikan informasi kesehatan yang digunakan dalam proses perencanaan memiliki dasar yang kuat.

Workshop yang dibiayai melalui APBD Provinsi Gorontalo tersebut diharapkan menghasilkan dataset indikator kesehatan yang lebih presisi untuk mendukung analisis situasi kesehatan wilayah dan penyusunan perencanaan. Data tersebut juga akan dimanfaatkan sebagai bahan penyusunan policy brief serta mendukung penyusunan dokumen master plan transformasi layanan kesehatan Provinsi Gorontalo yang saat ini sedang berproses.

Rilis : ILB/KrisNA
Editor : MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 − three =

scroll to top