Anang Otoluwa Wakili Gubernur Gorontalo pada Peluncuran PPDS Hospital-Based Batch V

IMG-20260904-WA0002.jpg

Peluncuran Seleksi Program Studi Baru PPDS RSPPU Batch V sekaligus Serah Terima peserta PPDS Batch IV.

Jakarta, DinkesP2KB – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, mewakili Gubernur Gorontalo menghadiri Peluncuran Seleksi Program Studi Baru Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis rumah sakit atau Hospital-Based pada Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) Batch V sekaligus Serah Terima peserta PPDS Batch IV kepada enam RSPPU.

Kegiatan tersebut diselenggarakan di Auditorium Dr. J. Leimena, Gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Program PPDS berbasis rumah sakit merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan dokter spesialis sekaligus menjawab persoalan keterbatasan dan ketimpangan distribusi dokter spesialis di Indonesia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, program Hospital-Based lahir dari persoalan nyata terkait masih terbatasnya jumlah dokter spesialis dan belum meratanya distribusi tenaga spesialis di Indonesia.

Menurutnya, pengembangan pendidikan spesialis tidak cukup hanya dengan menambah jumlah peserta didik, tetapi juga harus memperluas rumah sakit yang menjadi pusat pendidikan dan memastikan kualitas pendidikan sesuai standar internasional.

“Hospital-based-nya jalan karena kita harus memperbanyak sentra pendidikannya. Kita tidak punya 3.000 fakultas kedokteran, tetapi kita punya 3.200 rumah sakit. Di luar negeri pendidikan postgraduate medical education juga dilakukan di rumah sakit,” kata Menkes Budi.

Dalam kesempatan tersebut, Anang S. Otoluwa menilai perluasan pendidikan dokter spesialis melalui skema Hospital-Based menjadi peluang strategis untuk memperkuat ketersediaan tenaga medis spesialis di daerah, termasuk Gorontalo.

“Program ini menjadi langkah penting untuk memperluas akses pendidikan dokter spesialis sekaligus menjawab kebutuhan tenaga spesialis di daerah. Bagi Gorontalo, kehadiran dokter spesialis yang mengikuti pendidikan melalui program ini diharapkan dapat memperkuat pelayanan kesehatan dan pemerataan tenaga medis,” ujar Anang.

Anang mengatakan, pada PPDS Batch IV terdapat satu calon peserta atas nama Siti Indhira Yanhil, pendidikan spesialis Neurologi akan mengisi kebutuhan dokter spesialis di Kabupaten Gorontalo.

“Yang paling penting bagi kami adalah bagaimana pendidikan dokter spesialis ini pada akhirnya memberikan dampak langsung terhadap masyarakat. Satu peserta yang akan mengisi kebutuhan dokter spesialis di Kabupaten Gorontalo merupakan bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan dan pemerataan tenaga kesehatan di daerah,” kata Anang.

Sebanyak 54 peserta PPDS Batch IV diserahterimakan kepada enam RSPPU untuk memulai pendidikan dokter spesialis pada berbagai bidang keilmuan.

Peserta tersebut terdiri atas 10 orang pada Program Studi Jantung dan Pembuluh Darah di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita; delapan orang pada Program Studi Ilmu Kesehatan Anak di RS Anak dan Bunda Harapan Kita; enam orang pada Program Studi Onkologi Radiasi di RS Kanker Dharmais; 10 orang pada Program Studi Ortopedi dan Traumatologi di RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso; 10 orang pada Program Studi Ilmu Kesehatan Mata di RS Mata Cicendo; serta 10 orang pada Program Studi Neurologi di RS Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono.

Dengan serah terima peserta PPDS Batch IV dan peluncuran seleksi program studi baru PPDS berbasis rumah sakit Batch V diharapkan pengembangan ini semakin memperluas kapasitas rumah sakit sebagai pusat pendidikan dokter spesialis tanpa mengabaikan standar mutu dan kompetensi lulusan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Presiden dan CEO ACGME International James A. Arrighi, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Fauzan, serta Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Yan Hiksas.

Rilis : ILB
Editor : MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four × 3 =

scroll to top