Gorontalo Paparkan Praktik Baik Pelaksanaan CKG dalam Evaluasi Nasional Kemenkes

IMG-20260812-WA0022.jpg

Kepala Dinas Anang S. Otoluwa memaparkan Best Practice Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Provinsi Gorontalo Tahun 2026 secara daring.

Kota Gorontalo, DinkesP2KB – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, menjadi narasumber dalam kegiatan Evaluasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, Rabu (12/08/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan CKG sekaligus forum berbagi praktik baik dari daerah dalam meningkatkan cakupan, kualitas data, tata laksana pelayanan, serta dampak CKG terhadap indikator kinerja Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Dalam paparannya bertajuk “Best Practice Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Provinsi Gorontalo Tahun 2026”, Anang menguraikan sejumlah strategi yang diterapkan Gorontalo, antara lain pendampingan teknis, integrasi kegiatan, pemantauan harian, kolaborasi lintas sektor, dukungan pemerintah, serta evaluasi mingguan.

Anang mengatakan CKG perlu dipandang sebagai bagian integral dari penguatan layanan primer, bukan sebagai program yang berdiri sendiri. Menurutnya, hasil pemeriksaan CKG harus menjadi pintu masuk untuk deteksi dini, pencegahan penyakit, pengendalian faktor risiko, hingga tindak lanjut pelayanan di tingkat FKTP.

“CKG bukan program terpisah. CKG merupakan investasi untuk meningkatkan kinerja Puskesmas, memperkuat angka kontak, continuity of care, serta pengendalian diabetes melitus dan hipertensi,” kata Anang.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas pemeriksaan dan validitas data CKG. Menurutnya, kualitas data sangat menentukan ketepatan perencanaan program kesehatan dan kebijakan yang dihasilkan.

“Pemeriksaan yang baik menyelamatkan lebih banyak masyarakat, sedangkan data yang baik menghasilkan kebijakan yang baik. Karena itu, setiap hasil pemeriksaan harus dicatat secara benar dan peserta dengan hasil abnormal harus mendapatkan tindak lanjut,” ujar Anang.

Dalam materi evaluasinya, Anang juga merekomendasikan agar pelaksanaan CKG terus diarahkan pada peningkatan cakupan sekaligus kualitas pemeriksaan, validasi data secara berkala, pengukuran tekanan darah sesuai standar, serta menghindari pembulatan angka saat melakukan input data.

Paparan tersebut sekaligus menunjukkan pendekatan Gorontalo dalam mengintegrasikan CKG dengan pelayanan Puskesmas. Salah satu praktik yang diterapkan adalah memasukkan layanan CKG sebagai angka kontak dalam KBK serta melakukan evaluasi secara berkala bersama Puskesmas.

Rilis : ILB
Editor : MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

16 − 8 =

scroll to top
Bahasa »