Kota Gorontalo, DinkesP2KB – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo yang diwakili Pembimbing Kesehatan Kerja Ahli Madya, Syarif Potutu, menutup kegiatan Pertemuan Pemberdayaan Hidup Sehat di Tempat Kerja Formal dan Kawasan Industri, Selasa (21/7/2026), di Hotel Yulia, Kota Gorontalo.
Pelaksanaan kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie dalam mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, unggul, produktif, dan berdaya saing sebagai fondasi pembangunan daerah. Salah satu strategi yang terus didorong adalah membangun budaya hidup sehat tidak hanya di masyarakat, tetapi juga di lingkungan kerja melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan fasilitas pelayanan kesehatan.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut menjadi wadah penguatan kolaborasi lintas sektor dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan kerja melalui pendekatan promotif dan preventif. Upaya tersebut sekaligus mendukung transformasi sistem kesehatan, implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), serta peningkatan produktivitas tenaga kerja di Provinsi Gorontalo.

Sebanyak 26 peserta mengikuti kegiatan ini. Mereka terdiri atas perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Pertanian, Dinas Tenaga Kerja, ESDM dan Transmigrasi, serta Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Gorontalo. Selain itu, hadir pula pengelola program kesehatan kerja dari Dinas Kesehatan kabupaten/kota dan puskesmas, serta perwakilan perusahaan dari Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, Bone Bolango, Gorontalo Utara, Boalemo, dan Pohuwato.
Dalam sambutannya, Syarif Potutu menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan di tempat kerja memerlukan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah, dunia usaha, fasilitas pelayanan kesehatan, dan sektor terkait harus terus memperkuat sinergi agar budaya hidup sehat menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari di lingkungan kerja.
“Tempat kerja yang sehat bukan hanya melindungi pekerja dari risiko penyakit, tetapi juga meningkatkan produktivitas, daya saing perusahaan, dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Syarif.
Ia menjelaskan, tempat kerja yang menerapkan budaya hidup sehat akan memberikan dampak positif terhadap penurunan faktor risiko penyakit tidak menular, peningkatan kesehatan mental pekerja, serta produktivitas perusahaan. Karena itu, penerapan kawasan tanpa rokok, aktivitas fisik, konsumsi pangan bergizi, pemeriksaan kesehatan berkala, dan keselamatan serta kesehatan kerja perlu menjadi budaya di setiap lingkungan kerja.
“Kami berharap hasil pertemuan ini ditindaklanjuti melalui aksi nyata di setiap instansi dan perusahaan sehingga semakin banyak tempat kerja sehat yang menjadi contoh bagi daerah lain di Provinsi Gorontalo,” kata Syarif.
Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo berharap sinergi lintas sektor terus diperkuat untuk memperluas pembinaan tempat kerja sehat di seluruh kabupaten/kota. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan pekerja, memperkuat produktivitas dunia usaha sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam mendukung pembangunan daerah menuju Indonesia Emas 2045.
Rilis : ILB
Foto : Dandels
Editor : MD
Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram
