Narasumber Seminar Nasional, Anang Otoluwa Paparkan Strategi Transformasi Digital Turunkan AKI dan AKB

IMG-20260719-WA0009.jpg

Kepala Dinas Anang S. Otoluwa memberikan materi pada Seminar Nasional yang digelar IBI Cabang Kabupaten Gorontalo Utara.

Kota Gorontalo, Dinkes P2KB – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, menjadi narasumber pada Seminar Nasional bertema “Optimalisasi Peran Bidan di Era Transformasi Digital untuk Menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB)” yang digelar di Hotel Amaris Kota Gorontalo, Minggu (19/07/2026).

Seminar yang merupakan rangkaian Musyawarah Cabang (Muscab) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Gorontalo Utara tersebut diikuti ratusan bidan secara luring maupun daring terakreditasi melalui Learning Management System (LMS) Plataran Sehat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kerjasama antara IBI Cabang Gorontalo Utara dengan Promedicalth Gorontalo. Kegiatan ini menjadi forum ilmiah untuk memperkuat kapasitas tenaga kesehatan, khususnya bidan, dalam menghadapi tantangan pelayanan kesehatan ibu dan anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Dalam pemaparannya, Anang menjelaskan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi indikator utama keberhasilan pembangunan kesehatan. Meski menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir, pencapaian tersebut masih memerlukan upaya yang lebih masif melalui peningkatan kualitas pelayanan, penguatan sistem rujukan, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan kebidanan.

Ia mengungkapkan, berbagai tantangan yang masih dihadapi dalam upaya menurunkan AKI dan AKB antara lain keterlambatan deteksi faktor risiko, lambatnya proses rujukan, serta keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan berkualitas. Karena itu, transformasi digital perlu dimanfaatkan untuk mempercepat pelayanan melalui Rekam Medis Elektronik (RME), integrasi platform SATUSEHAT, telemedicine, aplikasi pemantauan ibu hamil, hingga dashboard pelaporan kesehatan. Teknologi tersebut diyakini mampu menghasilkan data yang lebih cepat, keputusan klinis yang lebih tepat, dan pelayanan yang semakin efektif.

Anang menegaskan bahwa bidan memiliki posisi yang sangat strategis sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Peran bidan mencakup pelayanan antenatal, deteksi dini faktor risiko, pendampingan persalinan, pelayanan nifas, pelayanan bayi baru lahir, konseling keluarga berencana, hingga memastikan rujukan dilakukan secara tepat waktu. Pemanfaatan teknologi akan memperkuat setiap tahapan pelayanan tersebut sehingga kualitas layanan kepada masyarakat semakin meningkat.

Selain itu, ia memaparkan sejumlah strategi percepatan penurunan AKI dan AKB, di antaranya peningkatan kualitas pelayanan antenatal, skrining kehamilan risiko tinggi, pemanfaatan data digital, penguatan pelayanan primer, edukasi masyarakat berbasis digital, serta monitoring dan evaluasi yang didukung kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, keberhasilan transformasi digital juga harus diiringi dengan peningkatan kompetensi digital tenaga kesehatan, penguatan infrastruktur, dan perlindungan data pasien.

“Transformasi digital bukan untuk menggantikan peran bidan, tetapi menjadi alat yang memperkuat pelayanan agar lebih cepat, tepat, dan berkualitas bagi setiap ibu dan bayi” ucapnya.

Anang juga mengajak seluruh bidan untuk terus meningkatkan kompetensi, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas.

“Bidan yang kompeten, didukung teknologi dan kolaborasi yang kuat, akan menjadi kunci percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi di Provinsi Gorontalo” kata Anang.

Melalui seminar nasional ini diharapkan para bidan semakin siap mengimplementasikan transformasi digital dalam pelayanan sehari-hari sehingga mampu menghadirkan pelayanan kesehatan ibu dan anak yang lebih aman, efektif, dan berkualitas serta mendukung tercapainya target penurunan AKI dan AKB di Provinsi Gorontalo.

Rilis : ILB
Foto : Reza
Editor : MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twelve − 6 =

scroll to top
Bahasa »