Dua ASN Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo Diseminasi Riset Kesehatan di Forum Internasional

IMG-20260901-WA0001.jpg

Dua ASN Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo yang sukses melakukan Diseminasi hasil penelitian di Forum Internasional.

Kabupaten Gorontalo, DinkesP2KB – Dua mahasiswa Program Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Gorontalo (Unigo) yang juga merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo berhasil mendiseminasikan hasil penelitian mereka dalam forum ilmiah internasional.

Keduanya, Novarianny Nasibu dan Hasnuri, mempresentasikan hasil penelitian pada The 7th International Scientific Meeting on Public Health and Sports (ISMoPHS) 2026 yang digelar pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Novarianny Nasibu mengangkat penelitian berjudul “Health Workers’ Performance in Rabies Case Management in Gorontalo Province”. Penelitian tersebut mengkaji kinerja tenaga kesehatan dalam penatalaksanaan kasus rabies di Provinsi Gorontalo, salah satu isu kesehatan masyarakat yang membutuhkan penguatan kapasitas tenaga kesehatan dan sistem respons terhadap penyakit zoonosis.

Sementara itu, Hasnuri mempresentasikan penelitian berjudul “Environmental Determinants of Leptospirosis in the Tilango Community Health Center Area”. Penelitian ini menyoroti berbagai faktor lingkungan yang berpotensi berhubungan dengan kejadian leptospirosis di wilayah kerja Puskesmas Tilango.

Kedua penelitian tersebut dinilai memiliki relevansi kuat dengan tantangan kesehatan masyarakat di Gorontalo, khususnya dalam pengendalian penyakit zoonosis dan penguatan intervensi berbasis faktor risiko lingkungan.

Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo Anang S. Otoluwa dalam keterangannya, Selasa (01/09/2026) mengapresiasi capaian kedua ASN tersebut. Menurutnya, keterlibatan tenaga kesehatan dalam kegiatan penelitian dan forum ilmiah internasional menjadi bagian penting dalam membangun budaya kerja yang berbasis bukti (evidence-based practice).

“Kami mengapresiasi Novarianny dan Hasnuri yang tidak hanya menjalankan tugas sebagai ASN dan tenaga kesehatan, tetapi juga aktif mengembangkan kapasitas akademik melalui penelitian. Hasil penelitian yang relevan dengan persoalan kesehatan di Gorontalo diharapkan dapat menjadi masukan bagi penguatan kebijakan dan program kesehatan berbasis bukti,” ujar Anang.

Ia menambahkan, pengembangan kompetensi sumber daya manusia kesehatan tidak cukup hanya melalui peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga perlu didukung kemampuan melakukan kajian, menganalisis masalah, dan menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan di lapangan.

“Penelitian harus berujung pada manfaat. Kami berharap pengalaman ini mendorong lebih banyak tenaga kesehatan di lingkungan Dinkes P2KB untuk membangun tradisi riset, menghasilkan inovasi, dan mengimplementasikan hasil penelitian dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat,” katanya.

Apresiasi serupa disampaikan Kepala Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Universitas Gorontalo, Muhammad Ramdhan. Ia mengatakan, diseminasi hasil penelitian pada forum internasional merupakan capaian penting bagi mahasiswa Pascasarjana sekaligus menjadi bagian dari upaya Universitas Gorontalo memperkuat ekosistem penelitian.

“Kami bangga atas capaian mahasiswa Pascasarjana Universitas Gorontalo yang mampu membawa hasil penelitian mengenai persoalan kesehatan masyarakat di Gorontalo ke forum ilmiah internasional. Ini menunjukkan bahwa penelitian yang lahir dari lingkungan akademik daerah memiliki relevansi dan nilai kontribusi yang dapat dibawa ke ruang akademik yang lebih luas,” ujar Muhammad Ramdhan.

Menurutnya, penelitian mengenai rabies dan leptospirosis memiliki nilai strategis karena kedua penyakit tersebut berkaitan erat dengan kesehatan masyarakat, lingkungan, serta interaksi manusia dan hewan.

Muhammad Ramdhan berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk menghasilkan penelitian yang tidak hanya memenuhi kebutuhan akademik, tetapi juga mampu memberikan solusi terhadap persoalan nyata di masyarakat.

“Kami ingin penelitian mahasiswa tidak berhenti sebagai dokumen akademik. Hasilnya harus dapat dikomunikasikan, didiseminasikan, dan jika memungkinkan diterapkan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Forum internasional seperti ISMoPHS menjadi ruang penting untuk memperluas jejaring sekaligus menguji kualitas penelitian melalui pertukaran gagasan dengan peneliti lainnya,” jelasnya.

Diseminasi kedua penelitian tersebut juga menjadi salah satu luaran Hibah Penelitian Magister, sekaligus mencerminkan komitmen Universitas Gorontalo dalam mendorong mahasiswa Pascasarjana untuk menghasilkan penelitian yang relevan, berkualitas, dan memiliki daya saing akademik.

Keberhasilan Novarianny Nasibu dan Hasnuri diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo dan Universitas Gorontalo dalam pengembangan riset kesehatan masyarakat, sekaligus mendorong semakin banyak penelitian yang berangkat dari persoalan kesehatan lokal untuk menghasilkan rekomendasi yang dapat mendukung pembangunan kesehatan di daerah.

Rilis : ILB
Editor : MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × three =

scroll to top