Kota Gorontalo, DinkesP2KB – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo menggelar Rapat Review Revisi Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2025–2029 sekaligus pembahasan usulan Dana Alokasi Umum Specific Grant (DAU SG) Tahun 2027, Selasa (21/07/2026), di Aula Kantor Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo.
Kegiatan yang menghadirkan narasumber dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo ini diikuti oleh para kepala bidang, kepala UPTD, ketua tim kerja, serta jajaran perencana di lingkungan Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo. Rapat tersebut menjadi forum strategis untuk menyelaraskan arah pembangunan kesehatan daerah dengan kebijakan pembangunan nasional sekaligus mempersiapkan perencanaan dan penganggaran tahun 2027 yang lebih efektif, tepat sasaran, dan berbasis kinerja.
Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo yang diwakili Sekretaris Dinas, Jeane Istanti Dalie, menegaskan bahwa rapat ini memiliki arti penting karena akan menjadi dasar dalam menentukan arah pembangunan kesehatan dan prioritas penganggaran pada tahun 2027.
Menurutnya, review Renstra tidak hanya bertujuan menyempurnakan dokumen perencanaan, tetapi juga memastikan tujuan, sasaran, indikator, dan strategi pembangunan kesehatan tetap selaras dengan RPJMD Provinsi Gorontalo, RPJMN, Transformasi Sistem Kesehatan, Asta Cita Presiden, Standar Pelayanan Minimal (SPM), serta berbagai program prioritas nasional.
“Setiap program yang direncanakan harus mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian indikator kinerja utama sektor kesehatan, termasuk peningkatan Usia Harapan Hidup, penurunan stunting, penurunan angka kematian ibu dan balita, keberhasilan pengobatan tuberkulosis, pengendalian hipertensi, peningkatan cakupan imunisasi, perluasan kepesertaan JKN, hingga pengendalian Total Fertility Rate,” ujarnya.

Selain pembahasan revisi Renstra, rapat juga membahas usulan DAU Specific Grant Tahun 2027. Dalam arahannya, Jeane menekankan pentingnya penyusunan usulan kegiatan yang berbasis data, sesuai kewenangan pemerintah provinsi, serta berorientasi pada hasil yang terukur. Di tengah keterbatasan fiskal pemerintah daerah, setiap program dan kegiatan yang diusulkan harus mampu menjawab berbagai permasalahan kesehatan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Perencanaan yang baik harus diawali dengan data yang valid, analisis yang kuat, dan kolaborasi seluruh bidang. Dengan demikian, setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan mendukung pencapaian target pembangunan daerah,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa peran Pemerintah Provinsi dalam pembangunan kesehatan lebih difokuskan pada fungsi koordinasi, pembinaan, fasilitasi, peningkatan kapasitas, monitoring, dan evaluasi terhadap penyelenggaraan pelayanan kesehatan di kabupaten/kota. Oleh sebab itu, berbagai kegiatan yang mendukung fungsi tersebut perlu menjadi prioritas dalam proses perencanaan dan penganggaran.
Jeane turut mengajak seluruh bidang dan unit kerja untuk memanfaatkan forum ini sebagai wadah menyampaikan data yang akurat, memberikan masukan yang konstruktif, serta menyusun usulan program yang realistis dan selaras dengan target organisasi.
Pada kesempatan yang sama, Jeane menyampaikan apresiasi kepada Bappeda Provinsi Gorontalo atas sinergi dan pendampingan yang terus diberikan dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Menurutnya, kolaborasi antara Bappeda dan Dinkes P2KB menjadi faktor penting dalam menghasilkan perencanaan yang berkualitas, penganggaran yang tepat sasaran, serta pelaksanaan program yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Kegiatan ini menegaskan komitmen Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo untuk terus memperkuat kualitas perencanaan dan penganggaran berbasis kinerja sebagai bagian dari upaya mendukung visi pembangunan Pemerintah Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, sekaligus mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Provinsi Gorontalo.
Rilis : ILB/KrisNA
Editor : MD
Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram
