Labkesmas Gorontalo Dinilai Siap Kembangkan Pemeriksaan Resistensi Antimikroba

IMG-20260918-WA0018.jpg

Kunjungan tim dari BBLKM Makassar di Labkesmas Provinsi Gorontalo

Kota Gorontalo, DinkesP2KB – Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Gorontalo dinilai memiliki kapasitas yang memadai untuk dikembangkan dalam mendukung pemeriksaan mikrobiologi, termasuk pemeriksaan terkait Resistensi Antimikroba atau Antimicrobial Resistance (AMR).

Penilaian tersebut disampaikan dalam kunjungan lapangan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Makassar ke Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Provinsi Gorontalo pada Rabu (16/09/2026). Kunjungan dilakukan untuk memantau fasilitas, peralatan, sumber daya manusia, serta potensi pengembangan layanan laboratorium di Provinsi Gorontalo.

Kepala UPTD Laboratorium Kesehatan Masyarakat Provinsi Gorontalo, Abdul Razak Olii, mengatakan dari sisi fasilitas ruangan dan tenaga teknis, Labkesda telah memiliki modal yang cukup untuk mengembangkan layanan pemeriksaan mikrobiologi.

“Dari segi fasilitas ruangan dan tenaga teknis, sudah sangat memadai. Tinggal didukung bahan medis habis pakai (BMHP) serta peningkatan kapasitas petugas,” ujar Abdul Razak.

Menurutnya, penguatan tersebut penting agar kapasitas yang telah tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal, khususnya untuk mendukung pemeriksaan yang berkaitan dengan AMR.

Hal senada disampaikan Ketua Tim Kerja Surveilans AMR sekaligus Kepala Instalasi Mikrobiologi BBLKM Makassar, Yoeke Dewi Rasita. Ia menilai pemeriksaan AMR di Labkesmas Gorontalo dapat dikembangkan dengan memanfaatkan fasilitas dan tenaga teknis yang sudah tersedia.

“Untuk pemeriksaan Antimicrobial Resistance, sudah bisa dilakukan dengan metode manual. Yang diperlukan selanjutnya adalah dukungan BMHP dan peningkatan kapasitas petugas agar pemeriksaan dapat dilakukan secara optimal,” kata Yoeke.

Hasil kunjungan BBLKM Makassar juga mencatat bahwa fasilitas mikrobiologi Labkesmas Gorontalo mendukung pemeriksaan berbagai spesimen dan mikroorganisme. Laboratorium tersebut memiliki ruangan yang sesuai dengan standar BSL-2 (+), yang dapat digunakan antara lain untuk pemeriksaan tuberkulosis dan kultur bakteri guna mendukung Program Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA) di rumah sakit.

Dari sisi sumber daya manusia, hasil pemantauan menyebutkan tenaga yang tersedia dinilai telah sesuai untuk mendukung pengembangan layanan pemeriksaan laboratorium secara komprehensif. Namun, peningkatan kapasitas melalui pelatihan dan penguatan kompetensi tetap diperlukan sebagai bagian dari pengembangan berkelanjutan.

Penguatan layanan mikrobiologi dan AMR menjadi bagian dari potensi pengembangan Labkesda Gorontalo sebagai laboratorium rujukan di tingkat provinsi. Hasil kunjungan merekomendasikan optimalisasi pemanfaatan laboratorium, termasuk pelatihan kultur untuk mendukung PPRA di seluruh rumah sakit di Provinsi Gorontalo serta penguatan sistem manajemen mutu laboratorium.

Dengan dukungan fasilitas, peralatan, tenaga teknis, BMHP, serta peningkatan kompetensi petugas, Labkesda Gorontalo berpeluang memperluas kapasitas pemeriksaan mikrobiologi sekaligus memperkuat dukungan laboratorium terhadap surveilans dan pengendalian resistensi antimikroba di daerah.

Rilis : ILB
Editor : MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × 3 =

scroll to top