Webinar Pusdatin : ASDK Mudahkan Pemantauan dan Evaluasi Penyelenggaraan SPM

IMG-20190829-WA0007.jpg

Peserta Webinar terdiri dari Kasie Yankes Primer Nisma Abdurrahman, SKM., M. Kes., Kasie Surveilans Imunisasi Erni Mansur, SKM., M. Kes., Kasie Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat Nancy Pembengo, S. Si., Plh Kasubag Perencanaan dan Evaluasi Rina Sarifudin dan perwakilan Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi, Kamis (29/08/2019) di Ruangan Subag Perencanaan dan Evaluasi

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Dalam rangka memperkuat implementasi penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di daerah, dimana Pemerintah Provinsi dan Kab/Kota wajib menerapkan SPM bidang kesehatan dimana Kabupaten/Kota terdapat 12 indikator yang harus dicapai dan Provinsi terdapat 2 indikator. Untuk meningkatkan pemenuhan mutu pelayanan kesehatan dasar, Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melaksanakan Seminar Berbasis Web (webinar), Kamis (29/08/2019) bertempat di ruang Subag Perencanaan dan Evaluasi Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo.

Webinar bersama tim Pusdatin Kemenkes RI dihadiri oleh perwakilan Dinkes Provinsi yaitu Kasie Pelayanan Kesehatan Primer dan Tradisional, Kasie Surveilans Imunisasi, Kasie Promkes dan PM serta pengelola program dari seksi KIA dan perencanaan. Menurut Kasie Yankes primer Nisma Abdurrahman, SKM, M.Kes pelaksanaan SPM akan berfungsi sebagai instrumen untuk memperkuat pelaksanaan Performance Based Budgeting bidang kesehatan dalam proses perencanaan dan penganggaran di Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Nisma menjelaskan, dalam memudahkan pelaporan SPM, Kementerian Kesehatan akan membuat aplikasi yaitu Aplikasi Satu Data Kesehatan (ASDK) sebagai tools sistim pelaporan SPM, dimana input awalnya adalah berupa data sasaran tahunan.

“Setelah diinput maka Provinsi akan melakukan verifikasi setiap Triwulan dan tidak bisa dilakukan lagi perbaikan, kecuali penganggaran tidak akan dilakukan verifikasi” kata Nisma.

Dengan adanya pelaporan melalui aplikasi ini diharapkan peran Provinsi dapat lebih ditingkatkan khususnya terkait verifikasi sehingga dapat menjadi masukan saat melakukan pelaporan oleh Kabupaten/Kota.

“Juga kami melihat, pelaporan melalui aplikasi ini akan semakin mengefektifkan kinerja daerah serta lebih efisien” pungkasnya.

Sementara itu, Kabid Pengelolaan Data dan Informasi Pusdatin Kemkes RI Drg.Rudi Kurniawan, M.Kes saat memberikan pemaparan berharap penyelenggaraan SPM bidang kesehatan dapat dipantau dan dievaluasi dengan baik dan terintegrasi.

“Melalui pelaporan tersistem dengan menggunakan aplikasi ASDK semua kegiatan dapat terpantau sehingga memudahkan dalam evaluasi” ucap Rudi.

Rilis : MD
Poto : Reza
Editor : Nancy Pembengo & Rina Sarifudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × 5 =

scroll to top