Tingkatkan Capaian Enrollment Rate, Dinkes Gelar OJT Tata Laksana TBC RO Di RSUD Iwan Bokings

IMG-20231027-WA0016-scaled-e1698381517138.jpg

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa menghadiri kegiatan On The Job Training (OJT) Tata Laksana TBC Resisten Obat di RSUD Dr. Ir. Iwan Bokings, Kamis (26/10/2023).

Kabupaten Boalemo, Dinkesprov – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa menghadiri kegiatan On The Job Training (OJT) Tata Laksana TBC Resisten Obat di RSUD Dr. Ir. Iwan Bokings, Kamis (26/10/2023). RSUD Iwan Bokings merupakan salah satu rumah sakit yang diketahui aktif melayani pasien TBC Resisten Obat (TBC RO) sejak tahun 2020 di wilayah Kabupaten Boalemo.

Tuberkulosis resistan terhadap obat (TBC RO) menjadi masalah kesehatan masyarakat, menimbulkan tantangan besar bagi pasien, petugas kesehatan, masyarakat dan sistem layanan kesehatan.

Menurut Anang, peningkatan kasus TBC resistan terhadap obat dapat mengancam kemajuan global maupun nasional menuju eliminasi TBC tahun 2030.

Sejak tahun 2009 dengan dimulainya pembukaan layanan Tuberkulosis Resistan Obat (TBC RO) di Indonesia sampai dengan saat ini Program Nasional TBC mulai melakukan ekspansi layanan dan menjadikan kegiatan Program Pengendalian TBC RO sebagai bagian dari Program Nasional Pengendalian TBC sesuai yang tertulis dalam Pemenkes Nomor 67 Tahun 2017 dan Strategi Nasional Pengendalian TBC Tahun 2020-2024.

“Capaian pasien TBC RO yang memulai pengobatan (Enrollment Rate) di Indonesia pada Bulan Oktober tahun baru mencapai 63% dari yang di targetkan sebesar 94%. Sedangkan enrollment rate pasien TBC RO Provinsi Gorontalo sebesar 71%,” ungkap Anang dalam sambutannya.

Ditambahkannya, dalam rangka meningkatkan capaian Enrollment Rate dan kesuksesan pengobatan tersebut perlu dilakukan penguatan kapasitas tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan TBC Resisten Obat.

Kegiatan tersebut juga dihadiri langsung oleh Direktur RSUD Dr.Ir. Iwan Bokings, dr. Hendra., Sp.Rad yang menyatakan bahwa pihaknya sangat senang dengan adanya kegiatan ini dan mendukung pelayanan pada pasien TBC. Menurutnya, kegiatan ini akan memberikan penguatan kapasitas tenaga kesehatan dalam melayani pasien TBC. Pihaknya juga berharap peserta kegiatan yang terdiri dari dokter dan perawat dari poli interna, poli anak, UGD, analis laboratorium dan apoteker serta manajemen rumah sakit dapat mengikuti kegiatan ini dan aktif dalam mendiskusikan berbagai hal terkait dengan layanan TBC.

Pada kesempatan tersebut juga Anang menyampaikan bahwa diperlukan kerjasama tim dan inovasi dalam memberikan pelayanan yang sesuai standar operasional prosedur layanan Tuberkulosis Resisten Obat nasional kepada pasien TBC yang dimulai dari penegakan diagnosis, inisiasi pengobatan dan pemantauan pengobatan dan/atau menerima rujukan pasien Tuberkulosis Resistan Obat.

Rilis : Dolvi
Editor : Nancy Pembengo/MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × 2 =

scroll to top
Bahasa »