Tiga Varian Baru Virus Corona Ditemukan di Indonesia, Kadinkes Provinsi Ingatkan Disiplin Protkes

WhatsApp-Image-2021-05-05-at-08.41.04.jpeg

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dr. Yana Yanti Suleman, SH

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Kemenkes mendeteksi 3 varian baru virus corona telah masuk di Indonesia. Menanggapi hal itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dr. Yana Yanti Suleman, SH mengingatkan masyarakat untuk lebih disiplin protokol kesehatan (protkes).

“Kami tidak akan bosan untuk mengingatkan masyarakat disiplin dengan Protokol Kesehatan, Tsunami Covid-19 di negara India menjadi pelajaran berharga bagi kita untuk tidak abai dengan protkes” kata dr. Yana.

Yana juga mengungkapkan menjelang lebaran masyarakat bisa menahan diri agar belum mudik untuk mencegah penularan.

“Kita semua berharap dapat bersama keluarga saat lebaran nanti, walaupun 3 varian baru ini belum ditemukan di Gorontalo, tapi kita juga harus menjaga jangan sampai mudik akan menjadi sarana penularan penyakit di kampung halaman” ucapnya.

Virus Corona Varian Baru B.117, B.1351, B.1617 Sudah Ada di Indonesia

Virus Corona varian jenis baru sudah masuk ke Indonesia. Varian baru tersebut antara lain B117, B1351, dan B1617.

Jubir vaksinasi Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengatakan di beberapa negara saat ini sedang terjadi lonjakan kasus COVID-19. Beberapa faktor yang menjadi penyebab peningkatan kasus di negara-negara tersebut adalah mobilitas pergerakan masyarakat adanya varian baru virus COVID-19 yaitu B.117 asal Inggris, kemudian B.1351 asal Afrika Selatan dan varian mutasi ganda dari India B. 1617.

“Varian yang digolongkan dengan Varian of Concern atau VoC yang diwaspadai itu ada tiga jenis yaitu B.117, B.1351, dan varian B1617. Varian B.117 ini diketahui memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi sekitar 36 sampai 75% dibandingkan dengan jenis virus yang beredar sebelumnya,” katanya pada konferensi pers secara virtual, Selasa (4/5).

Varian B.117 saat ini merupakan varian yang paling banyak dilaporkan oleh orang dari berbagai negara. WHO mencatat berbagai peningkatan kasus sampai 49% varian B.117 yang bersirkulasi di Asia Tenggara.

Terkait mutasi atau varian baru di Indonesia, lanjut Nadia, masih terus diteliti dan melakukan pengujian pada 786 laboratorium. Laboratorium-laboratorium ini juga yang memeriksa COVID-19.

Sebaran kasus varian baru di Indonesia antara lain varian jenis B. 1617 ada di Kepulauan Riau 1 kasus, dan DKI Jakarta 1 kasus. Varian B.117 ada di Sumatera Utara 2 kasus, Sumatera Selatan 1 kasus, Banten 1 kasus, Jawa Barat 5 kasus, Jawa Timur 1 kasus, Bali 1 kasus, Kalimantan Timur 1 kasus. Sementara untuk varian B. 1351 ada di Bali 1 kasus.

“Jadi dengan surveilans kita mewaspadai penambahan kasus B. 117 dan B.1351, serta B. 1617 yang sudah masuk ke Indonesia. Hasil akhir ini sudah kita dapatkan dari hasil pemeriksaan per tanggal 30 April,” ucap Nadia.

Untuk mencegah penularan lebih meluas, Nadia mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi mobilitas. Situasi yang ada di Indonesia mengharuskan masyarakat untuk mematuhi betul apa yang sudah dianjurkan atau dilarang oleh pemerintah.

“Tidak ada yang menjamin bahwa dengan membawa hasil pemeriksaan laboratorium yang negatif selama dalam perjalanan ataupun selama dalam proses kita menuju kampung halaman misalnya, kita tidak terpapar COVID-19,” tutur Nadia.

Rilis : Tim Infokom
Sumber : https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20 − 7 =

scroll to top