Tantangan Farmalkes Mendukung Promotif Dan Preventif serta Menghadapi PHEOIC

WhatsApp-Image-2020-03-04-at-16.11.16.jpeg

Foto bersama peserta dari Provinsi Gorontalo dan Direktur Jenderal Farmalkes Kemenkes RI Dra. Engko Sosialine, Apt., M. Biomed., Rabu (04/03/2020) di Banjarmasin Kalimantan Selatan

Banjarmasin, Dinkesprov – Kalimantan Selatan menjadi tuan rumah pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional Kefarmasian dan Alat Kesehatan (alkes) Tahun 2020 regional Timur, Rabu (04/03/2020) dengan tema Penguatan program kefarmasian dan alat kesehatan guna mendukung upaya preventif dan promotif kesehatan untuk mewujudkan SDM unggul.

Acara ini dihadiri oleh 15 provinsi dan perwakilan Kabupaten dan kota yang membidangi kefarmasian dan alkes. Penanggungjawab program kefarmasian dan alat kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dan Kabupaten/Kota turut hadir dalam kegiatan ini.

Pada kesempatan itu, Direktur Jenderal Farmalkes Dra. Engko Sosialine, Apt., M. Biomed., membuka acara secara resmi. Dalam arahannya, Dirjen farmalkes menyampaikan Capaian program kefarmasian dan alkes 2019

  1. Puskesmas dengan Ketersediaan obat dan vaksin esensial tahun 2019 berhasil mencapai 96.34 %
  2. Instalasi farmasi kab kota dengan manajemen pengelolaan obat dan vaksin sesuai standar telah mencapai 92.02 %
  3. Instalasi farmasi provinsi dan kab kota yang telah menerapkan aplikasi elogistik obat dan bmhp 40.51
  4. Puskesmas yang melaksanakan yanfar sesuai standar 60.06
  5. Rumah sakit yang telah melaksanakan yanfar sesuai standar 65.28
  6. Presentase produk alkes dan pkrt yang telah memenuhi syarat telah mencapai 94.49 %
Suasana pembukaan rapat koordinasi nasional farmalkes

Selain capaian program, Engko Sosialine juga menyampaikan besarnya tantangan di bidang kefarmasian dan alkes yang akan dihadapi, diantaranya dukungan akses dalam penanganan kegawatdruratan kesehatan masyarakat berdampak global (PHEOIC).

“Untuk itu akses sediaan farmasi dan alat kesehatan perlu untuk dijaga dalam upaya penanganan kegawatdaruratan, baik dalam aspek produksi dan bahan baku serta manajemen logistik dan pelayanan” kata Engko.

Selain itu Dirjen juga menekankan perihal harmonisasi pusat dan daerah dalam pelaksanaan program.
“Perlu kerjasama kita semua baik dalam segi perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan dan pelaporan serta evaluasi, agar program kefarmasian dan alkes antara pusat dan daerah bisa bersinergi sehingga seluruh indikator dalam program kefarmasian dan alkes bisa tercapai dalam mendukung dan mengawal RPJMN tahun 2020 – 2024″ pungkas Engko.

Rilis : Zhya
Editor : Nancy Pembengo & MD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 − eight =

scroll to top