Tanggapi Video Remaja Mengalami KIPI di Kecamatan Tolinggula, Kadinkes Gorut : Jangan Terprovokasi

IMG-20210902-WA0015.jpg

Camat Tolinggula saat melakukan klarifikasi bersama orang tua siswa terkait video viral KIPI anak sekolah setelah mengikuti Vaksinasi Covid-19.

Kabupaten Gorontalo Utara – Menanggapi video yang beredar terkait siswa yang kesakitan usai menjalani vaksinasi di Kecamatan Tolinggula, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Rizal Yusuf Kune, saat ditemui di Kwandang, Rabu (01/09/2021), mengimbau masyarakat untuk tenang dan tidak terprovokasi.

Ia membenarkan bahwa remaja dalam video tersebut memang merupakan salah satu dari siswa yang mengalami Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI) di Kecamatan Tolinggula.

“Benar, dia (remaja dalam video) merupakan salah satu dari 5 orang yang mengalami gejala KIPI. Dan Gejala yang timbul pada ke 5 remaja itu digolongkan dalam gejala KIPI ringan. Dan Alhamdulillah semua sudah mendapat perawatan yang tepat,” jelas Rizal.

Dalam video yang beredar, seorang siswa yang masih mengenakan celana sekolahnya berpadu kaos hijau tosca nampak meringis kesakitan. Remaja yang tengah duduk di kursi dalam rumahnya itu mengaku tangannya sulit diangkat. Dari video tersebut juga terdengar kepanikan dari keluarga dan kerabatnya.

Kadinkes Rizal menerangkan, keadaan remaja dalam video itu saat ini sudah membaik. Bahkan siswa yang duduk di bangku salah satu SMP di Kecamatan Tolinggula tersebut kini tidak merasakan keluhan apapun.

“Kami memaklumi dan wajar saja kalau orang tua atau ada kerabat yang panik. Tapi yang selalu kami katakan bahwa gejala KIPI ini tidak selalu terjadi pada orang yang divaksin. Kalaupun terjadi itu adalah gejala yang wajar. Karena respon tubuh terhadap benda asing, dalam hal ini, vaksin, yang masuk ditubuhnya itu berbeda-beda, Oleh karenanya, kami meminta semuanya tenang. Jangan terprovokasi dengan video sepotong saja. Insya Allah semuanya sudah ditangani dengan baik,” tutunya.

Rizal menambahkan, pihaknya terbuka kepada masyarakat yang ingin bertanya perihal vaksinasi Covid19. “Silahkan tanyakan tentang informasi kesehatan khususnya vaksinasi ke Dinas Kesehatan atau Puskesmas terdekat”, tandasnya.

Sebelumnya diketahui, sedikitnya 200 siswa dan remaja di Kecamatan Tolinggula menjalani vaksinasi Covid-19 dosis pertama pada Selasa, (31/09/2021). 5 orang diantaranya dikabarkan mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Dari 5 siswa itu, 4 diantaranya sempat dibawa ke Puskesmas untuk menjalani perawatan.

Menurut pihak Puskesmas, 4 remaja yang sempat dirawat itu kini telah dapat beraktivitas seperti biasa.

Kronologi Remaja Viral Mengalami KIPI

Beberapa waktu lalu, viral di media sosial video remaja yang meringis sesakitan di dalam rumahnya. Remaja dalam video tersebut di duga mengalami gejala kram pada lengan sesaat usai menjalani vaksinasi covid19.

Dari data yang diperoleh media ini, kronologi bermula saat Rifki Mangopa (14), pelajar asal Desa Tolinggula Pantai menjalani vaksinasi covid19 jenis Sinovac pada selasa (31/08/2021) pukul 16.45 WITA.

30 menit kemudian, Rifki dibolehkan pulang usai dilakukan observasi.

Lebih kurang 1 jam berada di rumah, Rifki mulai merasakan sakit dan kram di bagian lengan. Ia pun lantas mengeluhkan hal itu pada orang tuanya.

Sontak orang tua Rifki panik. Kepanikan itu membuat para tetangga mulai berdatangan. Sejurus kemudian, seseorang mulai mengambil video dan kemudian mengunggahnya ke media sosial.

Pukul 18.00 WITA, oleh orang tuanya, Rifki segera di bawa ke Puskesmas Tolinggula demi mendapat pertolongan.

Setelah kurang dari 24 jam dirawat di Puskesmas, Rifki sudah dibolehkan pulang ke rumah.

Orang Tua Bantah Rifki Alami Kelumpuhan

Video Rifki yang menangis kesakitan setelah menjalani vaksinasi covid19 sontak menjadi viral di media sosial. Komentar negatifpun berbondong-bondong memenuhi kolom komentar. Terang saja, hal ini membuat pengguna media sosial kembali meragukan keamanan vaksin.

Guna menjelaskan kejadian sebenarnya, Ajiz dan Sarintan yang merupakan orang tua Rifki memberi keterangan terkait Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang terjadi pada putra mereka.

Dari keterangan Ajis, diketahui Rifki mempunyai penyakit bawaan atau Komorbid. Ia meminta Sarintan, Istrinya, untuk memberitahu hal itu kepada petugas, sebab saat itu Sarintan yang akan mendampingi Rifki untuk menjalani vaksinasi.

Menurut Sarintan, petugas vaksinasi membolehkan Rifki untuk divaksin setelah Ia menerangkan perihal penyakit bawaan tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada paksaan oleh pihak sekolah atau aparat kepadanya ataupun Rifki untuk menjalani vaksinasi tersebut.

Sarintan melanjutkan, Gejala yang terjadi pada Rifki saat itu muncul bukan sesaat setelah divaksin. Melainkan gejala itu muncul setelah lebih kurang 1 jam Rifki berada di rumah.

Gejala yang timbul pun, kata Sarintan hanya kram pada lengan kirinya. Ia membantah kabar yang beredar bahwa Rifki mengalami lumpuh pada tangannya.

Setelahnya, ia bersama suaminya segera membawa Rifki ke Puskesmas Tolinggula demi mendapat perawatan.

Kini kondisi Rifki sudah membaik. Ia pun telah beraktivitas seperti biasa.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan lain terkait KIPI di Kecamatan Tolinggula.

Rilis : Andre (Gorut)
Editor : Nancy Pembengo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × 1 =

scroll to top