Sinergikan Program Penurunan Prevalensi Stunting, Pemprov Gorontalo Kerjasama Dengan Lintas Sektor

22ecafcb-6d74-41b9-b1ea-137f829e091d.jpg

Penandatanganan Kesepakatan antara Pemprov Gorontalo dengan Lintas Sektor dan organisasi masyarakat.

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Kesehatan melaksanakan Penandatanganan Nota Kesepakatan, Kesepakatan Bersama, Rencana Kerja serta Perjanjian Kerjasama Antara Pemerintah Provinsi Gorontalo dengan Kanwil Kementerian Agama, BKKBN, TP-PKK dan Baznas Provinsi serta DPW Wahdah Islamiyah dan Aisyiyah tentang optimalisasi layanan kesehatan untuk mewujudkan masyarakat sehat berkualitas, Kamis (07/09/2023) di Grand Q Hotel Kota Gorontalo.

Adapun ruang lingkup kerjasama tersebut terkait upaya percepatan penurunan prevalensi stunting yang melibatkan lintas sektor seperti lembaga dan organisasi masyarakat.

Dalam sambutannya Penjabat Gubernur Gorontalo, Ismail Pakaya menekankan bahwa pembangunan keluarga menjadi salah satu isu pembangunan nasional. Oleh sebab itu, dalam rangka mewujudkan keluarga yang berkualitas, berketahanan dan sejahtera yang hidup dalam lingkungan yang sehat pada setiap tahapan kehidupan memerlukan intervensi yang berbeda dan berkelanjutan.

“Stunting masih menjadi masalah utama yang harus segera diselesaikan kalau melihat data e-PPGBM Bulan Agustus 2023, terdapat sejumlah 5.073 anak stunting. Inovasi terkait Ayah/Ibu Asuh Stunting sudah dijalankan dimana TP PKK Provinsi sudah mengambil peran untuk mengintervensi 119 anak dan kami sendiri berencana menjadi orang tua asuh bagi 15 anak stunting. Ini sebagai upaya penurunan prevalensi stunting di Gorontalo,” ungkap Ismail.

Lebih lanjut dijelaskan Ismail, bahwa penguatan komitmen melalui kerjasama daerah yang dilaksanakan kali ini merupakan langkah inovasi dengan tujuan mensinergikan program-program serta peningkatan peran serta mitra stakeholder/ lembaga dan organisasi dalam memperluas jangkauan pensasaran pembangunan keluarga yang sadar dan kooperatif dalam upaya percepatan penurunan prevalensi stunting.

“Harapannya, agar penandatanganan dokumen kerjasama ini dapat diimplementasikan sesuai dengan tupoksi masing-masing pihak yang melaksanakan kerjasama. Agar pelaksanaannya lebih optimal saya sendiri yang akan melihat progres serta melakukan evaluasi terhadap kerjasama dimaksud,” pungkas Ismail.

Rilis : MD/ILB
Foto : SIRB
Editor : Nancy Pembengo

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 − nine =

scroll to top
Bahasa »