Sehat Ibuku, Ibu Semua

IMG_20181219_085118.jpeg

Ditulis oleh dr. Roosmira Bachtiar, tenaga fungsional dokter di Puskesmas Kota Utara

“Didedikasikan untuk semua ibu di Indonesia”

Ibu, Emak, Bunda, Mami, Mama, Mande, Ummi dan sebutan sayang lainnya, kata yang akan menggiring ingatan kita pada sosok istimewa, dengan berbagai kenangan yang ada di memori masing- masing.

Ibu yang berangkat pagi pulang sore, ibu yang setia mengantar dan menjemput kesekolah bahkan ada yang sampai ditunggui di sekolah (ini tentu zaman- zaman masih balita), ada memori tentang ibu yang selalu sabar menemanimakan dan belajar,atau ibu yang selalu mengomel (menurut sianak)karena anaknya tidak menghabiskan sarapan sebelum sekolah, wajah ibu yang cemas dan gelisah kalau buah hati tercinta belum sampai di rumah disaat jam belajar sekolah telah lama berakhir, bahkan kenangan tentang ibu yang terbaring lemah di tempat tidur sampai akhir usianya. Apapun bentuk kenangan itu, ibu, mama, bunda dan semuasebutan cinta lainnya tetap merupakan sosok yang selalu dirindukan dan ditunggu kehadirannya dalam keluarga untuk mengutuhkan kebahagiaan keluarga bersama sang ayah. Begitu besarnya peran ibu tanpa mengecilkan arti kehadiran ayah, menuntut seorang ibu hendaknya selalu dalam kondisi sehat, segar dan bersemangat.

Sehat untuk seorang ibu jika kita merujuk pada UU no 36 tahun 2009 tentang kesehatan, ”adalah keadaan sehat baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomi “. Melihat begitu luasnya gambaran sehat seorang ibu, maka untuk mendapatkan sehat seorang perempuan harus ‘dipersiapkan’ dan ‘mempersiapkan’ supaya menjadi perempuan sehat.

Dipakai istilah dipersiapkan dan mempersiapkan karena terkait dengan fase atau periode kehidupan yang dilalui mulai dari dalam kandungan sampai kembali menghadap Illahi. Dimana dalam masing – masing fase atau periode tersebut perlu diperhatikan, direspon dan dirawat dengan baik agar seorang perempuan ataupun seorang ibu bisa tetap sehat dan menghasilkan keluarga dan generasi yang sehat.

A. MASA DIPERSIAPKAN :

Pada masa ini untuk sehat seorang perempuan sangat tergantung pada orang – orang terdekat disekitarnya terutama ayah dan ibu tentunya yaitu:

  1. Masa Bayi baru lahir sampai Balita, pada masa ini anak harus mendapatkan beberapa layanan kesehatan :
  • Imunisasi lengkap sewaktu bayi termasuk booster (ulangan) yaitu : BCG, DPT HB, Hib, Polio, Campak, MR
  • Mendapatkan ASI ekslusif yaitu hanya air susu ibu saja sampai bayi berumur 6 bulan.
  • Mendapatkan gizi yang cukup sesuai umurnya pada saat mulai mendapatkan MP ASI (makanan pendamping air susu ibu) yaitu usia 6 bulan keatas.
  • Dipantau pertumbuhan dan perkembangannya setiap bulan di POSYANDU untuk mengetahui apakah merekatumbuh (bertambah tinggi dan berat) secara normal dan perkembangan kecerdasan / mentalnya juga normal sesuai umurnya.
  1. Masa prasekolah sampai remaja : Pada masa ini seorang anak perempuan harus mendapatkan beberapa pelayanan kesehatan yang yaitu :
  • Imunisasi ulangan (booster) DT dan TT WUS ( wanita Usia Subur ).
  • Asupan gizi yang seimbang.
  • Membiasakan sarapan sehat sebelum berangkat sekolah.
  • Memilih jajanan yang sehat saat di sekolah.
  • Meminum tablet tambah darah setiap bulannya pada saat sudah mulai dapat haid.
  • Mendapatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan menghindari seks bebas serta pernikahan diusia muda( dibawah umur )

B. MASA MEMPERSIAPKAN

Pada masa ini seorang perempuan atau seorang ibu harus mempersiapkan dirinya supaya sehat dan melahirkan generasi penerus yang sehat. Pada masa ini sehatnya seorang perempuan lebih banyak ditentukan oleh dirinya dan dukungan dari lingkungan, perempuan itu sendiri yang harus bertindak untuk mempersiapkan kesehatannya sampai akhir hayat. yaitu :

  1. Sebelum / Menjelang Menikah : sebelum melangsungkan pernikahan seorang perempuan dan calon suaminya harus melakukan pemeriksaan kesehatan dan mendapatkan konseling di sarana kesehatan (PUSKESMAS atau Rumah sakit ) yang meliputi :
  • Pemeriksaan darah untu kmendeteksi apaka hmenderita HIV, Hepatitis dan IMS (Infeksi Menular Seksual) yang bisa menular kepada pasangan dan bayi yang dikandungnya kelak.
  • Imunisasi TT (tetanus toksoid) lengkap supaya ibu dan bayi terhindar dari tetanus.
  1. Saat Hamil :
  • Memeriksakan kehamilan secara teratur mulai sejak awal kehamilan sampai melahirkan.
  • Meminum tablet tambah darah setiap hari untuk mencegah agar ibu tidak anemia dalam kehamian dan supaya bayi yang dilahirkan kelak tidak BBLR (Berat Badan Lahir Rendah /< 2000 gram ).
  • Memakan makanan bergizi seimbang yaitu cukup sumber karbohidrat / tenaga (nasi, jagung, roti, sagu ), protein/ zat pembangun sel tubuh (ikan, tahu, tempe, kacang, daging), sayur dan buah ( untuk pengatur metabolisme dan sumber mineral) dalam jumlah yang sesuai kebutuhan usia kehamilan agar janin tumbuh sehat dan ibu terhindar dari pre eklamsia atau eklamsia (peningkatan tekanan darah sewaktu hamil yang bisa menyebabkan ibu hamil kejang – kejang dan beresiko untuk keselamatan bayi dalam kandungannya).
  • Mengirup udara bersih dan sehat bebas dari polusi dan asap rokok.
  1. Setelah menjadi istri /ibu :
  • Melakukan pemeriksaan IVA dan paps smear secara rutin minimal 5 tahun sekali jika hasil pemeriksaan iva dan papsmear pertama kali negatif (-). Untuk mendeteksi dini Kanker serviks.
  • Menjaga pola makan agar terhindar dari penyakit metabolik seperti Diabetes Melitus, Hipertensi, Hiperkolesterol dll.
  • Menjaga kesehatan mental / emosional dengan taat beribadah, mendekatkan diri kepada SANG PENCIPTA agar ibu akan merasa tenang dan damai selalu sehingga bisa menularkan kebahagiaannya kepada keluarga.

Kalau boleh disimpulkan sangat banyak masa/periode yang harus dilalui seorang perempuan dimana setiap masa itu harus selalu direspon dan mendapat kandukungan / perhatian dari orang – orang yang berada disekitarnya. Mulai dari orang tua, suami, keluargadan lingkungan, tentu saja tanpa mengabaikan perhatian terhadap kesehatan anak laki – laki.

Bertepatan dengan hari ibu yang diperingati setiap tangga 22 Desember, mari kita kembali peduli dan melayangkan pandangan kepada perempuan ( kaum ibu) ataupun calon – calon ibu di sekitar kita. Sudahkah mereka mendapatkan apa yang menjadi haknya. Sudahkah kita memberikan imunisasi yang lengkap semenjak mereka bayi. Sudahkah kita menghargai / menghormati hak – hak mereka, salah satunya yang sering terabaikan adalah hak untuk mendapatkan udara yang bersih bebas dari paparan asap rokok (perokok pasif).

Semoga kepedulian kita akan kebutuhan perempuan pada setiap masa kehidupannya bisa membantu kaum ibu / perempuan untuk melahirkan generasi – generasi millenium yang sehat, cerdas dan bertaqwa.

Akhirnya ,SELAMAT HARI IBU, SELAMAT BERBAKTI DAN MENYEHATKAN IBU KITA SEMUA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × 2 =

scroll to top