RS Ainun Satukan Pemahaman Penanganan Covid-19

IMG-20200428-WA0032.jpg

dr. Sukri Antuke dokter spesialis paru yang telah menangani Covid-19 di rumah sakit rujukan ketika memberi materi in House Training bagi tenaga medis dan manajemen di RS Ainun Habibie, Selasa (28/04/2020)

Kabupaten Gorontalo, Dinkesprov – Menindaklanjuti instruksi Gubernur Gorontalo dalam mempersiapkan rumah sakit di daerah sebagai lokasi penanganan pasien dalam pengawasan (PDP) atau orang tanpa gejalah  (OTG), Rumah Sakit Umum Ainun Habibie (RSAH) menggelar In House Training Tatalaksana Penanganan Covid-19 bagi tenaga kesehatan dan manajemen di lingkungan RS Ainun, Selasa (28/4/2020). Dengan pemateri yakni dr. Sukri Antuke, Sp. P., yang sejauh ini sudah berpengalaman dalam menangani pasien Covid-19 di rumah sakit  rujukan.

Dikatakan direktur RS Ainun Habibie, dr Yana Yanti Suleman bahwa In House Training ini untuk menyamakan persepsi antara tenaga kesehatan dan manajemen dalam menangani pasien Covid-19.  Sebab virus corona ini adalah virus baru yang butuh penanganan dan tindakan sesaui aturan yang jelas. Sejauh ini protokol kesehatan penanganan Covid-19 mengalami aturan yang berubah-ubah.

“Kami memang sejak awal sudah mempersiapkan diri untuk menangani pasien Covid-19. Hanya saja kita butuh pemahaman yang sama dalam mengambil tindakan. Sebab ini virus baru, sehingga protokol kesehatan yang kita jalankan harus diupdate.  Jangan sampai tenaga kesehatan kita juga ikut menjadi korban dari virus ini,” ucap dr. Yana.

Menurut dr. Yana bahwa ketika persepsi yang sudah sama antara tenaga medis dan manajemen sudah berjalan, kendala lain yang dihadapi adalah kekurangan Alat Pelindung Diri (APD), termasuk masker. “Setiap petugas maupun manajemen tahu bagaimana mempersiapkan diri mereka menangani pasien Covid-19 ini. Jangan sampai ada pembiaran atau tenaga medis yang tidak mau untuk menangani pasien. Sehingga kita juga harus mempersiapkan mereka dengan APD lengkap. Khususnya bagi mereka garda terdepan. Saya berharap agar dengan adanya In House Training ini kita semua bisa sepaham dan bisa bersama-sama memutuskan mata rantai Covid-19 ini.,” papar dr. Yana

Rilis : Andi
Editor : Nancy Pembengo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 − one =

scroll to top