RS Ainun Mulai di Verifikasi Akreditasi SNARS Edisi I

IMG-20191126-WA0001.jpg

Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Dr. Darda Daraba didampingi Plt Kadinkes Provinsi Gorontalo Misranda E. U. Nalole, M.Si., saat membuka survei Verifikasi Akreditasi RSUD dr. Hasri Ainun Habibie, Senin (25/11/2019) di Aula Rumah Sakit Ainun

Kabupaten Gorontalo, Dinkesprov – Sukses meraih akreditasi perdana serta menjadi rumah sakit tipe C, membuat rumah sakit umum daerah (RSUD) dr. Hasri Ainun Habibie bertekad untuk merealisasikan akreditasi paripurna di periode berikutnya. Untuk itu, dalam survei verifikasi akreditasi SNARS edisi I yang berlangsung, Senin (25/11/2019) sampai Selasa (26/11/2019).
Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Dr. Darda Daraba secara langsung membuka survei verifikasi akreditasi SNARS edisi I ini didampingi Plt kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Misranda Nalole, M.Si., dan Direktur RS Ainun dr. Yana Yanti Suleman. Kali ini Komisi Akreditasi RS (KARS) mengutus Dr. Maria Vonny Helda Rumampuk, S.Kp, M.Si, M.Kep selama dua hari ini akan melakukan servei verifikasi di RS Ainun Habibie.

Menurut Darda bahwa kemajuan yang ditunjukkan RS Ainun sejauh ini naik secara signifikan. Baik dari kunjungan pasien serta respon yang cepat oleh tenaga medis untuk menangani pasien yang berobat. “Perkembangan RS Ainun ini luar biasa. Melihat perkembangan ini, ada respon masyarakat yang ingin agar RS ini menjadi RS terbaik di Gorontalo. Sehingga pemerintah Provinsi Gorontalo melihat bahwa hal itu harus diseriusi,” kata Darda.

Sehingga langkah yang dilakukan pemerintah yaitu mengembangkan RS Ainun dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). “Kita tiap tahun mengirim pasien untuk dirujuk di luar daerah itu ribuan orang. Dan itu kalau kita tangani di Gorontalo, akan memudahkan mereka. Biaya tidak akan keluar terlalu banyak. Sehingga bapak Gubernur Rusli Habibie bersama pak Wagub Idris Rahim menginginkan ada RS yang bisa memudahkan masyarakat Gorontalo untuk berobat. Agar mereka tidak lagi dirujuk di luar daerah,” terang Darda.

Ditempat yang sama, surveior KARS, Dr. Maria Vonny Helda Rumampuk mengungkapkan bahwa survei akreditasi ini mudah dan menyenangkan. “Sebenarnya survei yang sesungguhnya bukan ada di saya, tetapi ada di masyarakat. Mereka yang menilai langsung kinerja kita. Mereka juga yang merasakan pelayanan RS ini,” kata Maria.
Ia berharap apa yang dibuat dalam survei akreditasi ini benar-benar diimplementasikan di masyarakat. Khususnya dalam memberikan pelayanan kepada pasien maupun keluarga pasien.

Sementara itu, Direktur RS Ainun Habibie, dr. Yana Yanti Suleman mengatakan bahwa survei verifikasi akreditasi SNAR I adalah kelanjutan dari akreditasi yang sudah diraih pada tahun 2018. Berlanjut di tahun ini untuk survei verifikasi yang pertama, kemudian di tahun depan ada survei verifikasi kedua. “Artinya dua tahun berikut kita harus bersiap untuk akreditasi paripurna,” kata Yana Suleman.

Ketika program dalam survei verifikasi akreditasi berjalan dengan baik selama dua tahun ke depan. Maka tidak menutup kemungkinan di survei akreditasi 2022, RS Ainun akan meraih akreditasi Paripurna. “Semua butuh komitmen dan konsistensi kita semua. Sehingga kita terus bekerja, berusaha dan memberikan layanan prima. Agar upaya kita bisa terwujud menjadi RS yang akreditasi paripurna sekaligus menjadi pusat RS rujukan tersier di Indonesia Timur dengan tipe RS B,” tandasnya.

Rilis : Andi
Editor : Nancy Pembengo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eleven − six =

scroll to top
X