Rakontek Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Fokus Cegah Stunting

IMG-20230530-WA0010-e1685425397525.jpg

Penjabat Sekda Provinsi Gorontalo Syukri J. Botutihe membuka Rakontek Bidang P2P ditandai dengan pemukulan gong.

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Syukri J. Botutihe membuka secara resmi Rapat Koordinasi Teknis Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Selasa (30/05/2023) di Aston Hotel, Kota Gorontalo.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Penjabat Sekda didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Anang S. Otoluwa, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Gorontalo dan Kabid P2P Dinas Kesehatan Provinsi.

Penjabat Sekda Syukri mengatakan pemerintah Provinsi Gorontalo berkomitmen dalam melakukan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit terutama beban ganda penyakit menular seperti Pandemi covid-19, Kejadian Luar Biasa seperti campak, penyakit TBC, malaria, HIV-AIDS dan lain sebagainya serta beban penyakit tidak menular seperti jantung, diabetes mellitus, kanker dan lainnya yang membutuhkan kerja sama lintas sektor dan lintas program karena penyakit-penyakit tersebut membutuhkan biaya yang sangat besar.

“Dibicarakan bersama dengan Kabupaten/Kota karena kuncinya teman-teman tim di Kabupaten/Kota itu sangat berperan,” kata Syukri.

Syukri berharap rakontek ini menghasilkan solusi dan upaya bersama dalam melakukan upaya pencegahan dan pengendalian terhadap penyakit.

“Dengan acara ini setelah kita rembukkan ya, hasilnya kita tindaklanjuti dilapangan karena permasalahan ditiap wilayah berbeda-beda ini yang dibicarakan dan itu kalau terungkap kemudian kita rumuskan bagaimana caranya itu gunanya kita adakan, pertemuan seperti ini sehingga dilapangan sudah clear artinya sudah bisa ada terapi yang bisa kita lakukan terhadap masalah-masalah yang nanti mengemuka di rakor teknis ini,” ucap Syukri.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa menjelaskan fokus utama Rakontek Bidang P2P memperkuat koordinasi program P2P untuk menekan stunting dengan melakukan evaluasi capaian kinerja Kabupaten/Kota serta mengindentifikasi masalah yang ada dan mencari solusi atas permasalahan yang ada.

“Penyakit menular dapat menyebabkan stunting kemudian dampak stunting itu sendiri terhadap penyakit tidak menular jadi sebenarnya kalau mau ditelusuri lebih jauh akar masalahnya itu di stunting,” jelas Anang.

Anang mengungkapkan untuk mencegah stunting maka penyakit menular harus dicegah seperti diare dan TBC kemudian stunting akan berdampak pada percepatan timbulnya penyakit tidak menular seperti diabetes mellitus, jantung dan stroke.

“Oleh sebab itu ini harus jalan sama-sama, tidak boleh kita menganggap bahwa oh penyakit menular sudah selesai tidak, ini harus sama-sama, sinergis karena kalau tidak ini akan menjadi lingkaran setan terus dan kita tidak akan pernah keluar dari masalah-masalah tersebut,” ungkap Anang.

Rakontek bidang P2P diikuti oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Rumah Sakit Daerah, Kantor Kesehatan Pelabuhan dan lintas sektor terkait.

Rilis/Foto : MD
Videografer : ILB
Editor : Nancy Pembengo

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 − 7 =

scroll to top
Bahasa »