Puncak Hari Lanjut Usia Nasional, Lansia Sehat dan Mandiri

IMG-20190716-WA0014.jpg

Poto Bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie dan Wakil Walikota Gorontalo Ryan Kono dengan para lansia pada puncak Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) tingkat Provinsi Gorontalo, Selasa (16/07/2019) di rumah Jabatan Gubernur Gorontalo

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Puncak Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) tingkat Provinsi Gorontalo dilaksanakan di Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo, Selasa (16/07/2019).

Hadir pada kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Dr. Darda Daraba, Wakil Walikota Gorontalo Ryan Kono dan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo juga Ketua LKKS Idah Syahidah Rusli Habibie serta para pimpinan OPD dilingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Dr. Darda Daraba saat memberikan bantuan kepada lansia

Kegiatan ini juga menghadirkan lanjut usia (Lansia) sebanyak 500 orang yang mengikuti senam sehat. Selain itu, juga diserahkan bantuan sembako dan pentas seni seperti vokal grup dan tari dana-dana untuk menghibur Lansia yang hadir.

Lanjut usia merupakan bagian dari proses kehidupan yang tidak dapat dihindari dan akan dialami oleh setiap manusia. Pada tahap ini manusia mengalami banyak perubahan baik secara fisik maupun mental, dimana terjadi kemunduran dalam berbagai fungsi dan kemampuan yang pernah dimilikinya. Lanjut usia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas.

Dikutip dari yankes.kemkes.go.id sebagai dampak keberhasilan pembangunan kesehatan di Indonesia salah satunya adalah meningkatnya angka harapan hidup di Indonesia sehingga populasi lansia juga meningkat. Berdasarkan data Biro Pusat Statistik tahun 2014, umur Harapan Hidup (UHH) di Indonesia untuk wanita adalah 73 tahun dan untuk pria adalah 69 tahun. Menurut Bureau of the Cencus USA (1993), Indonesia pada tahun 1990-2025 akan mempunyai kenaikan jumlah lanjut usia sebesar 414%.

Pelayanan Kesehatan dan Skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) pada para lansia

Menurut Kasie Kesga, PP, KB dan Gizi Syafiin S. Napu, SKM., M. Kes., pasien lanjut usia mempunyai ciri-ciri: memiliki beberapa penyakit kronis/menahun, gejala penyakitnya tidak khas, fungsi organ yang menurun, tingkat kemandirian berkurang, sering disertai masalah nutrisi, karena alasan tersebut perawatan pasien geriatri berbeda dengan pasien yang lain.

Lanjut Syafiin, masalah-masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia berbeda dari orang dewasa, yang sering disebut dengan sindroma geriatri yaitu kumpulan gejala-gejala mengenai kesehatan yang sering dikeluhkan oleh para lanjut usia dan atau keluarganya.

“Karena itu, pada kesempatan ini kami juga melaksanakan pelayanan kesehatan dan Skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) pada Lansia” kata Syafiin di sela-sela acara puncak HLUN.

Harapan pemerintah daerah, lansia tidak menjadi beban dalam keluarga tapi ada kemandirian dan berdaya dari lansia. Kemandirian itu bisa terwujud apabila lansia sehat.
“Lansia harus rajin memeriksakan diri di posyandu atau di fasilitas pelayanan kesehatan, selain itu para lansia diharapkan dapat berperilaku Hidup Bersih dan Sehat di setiap aktifitasnya” pungkasnya.

Rilis : MD
Editor : Nancy Pembengo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

15 − eight =

scroll to top