Provinsi Gorontalo Terima 5 Tenaga Nusantara Sehat Penugasan Individu

IMG-20210802-WA0012.jpg

Penandatanganan Berita Acara Serah Terima NS dari Kementerian Kesehatan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo yang diwakili Kabid SDK Suleman Mile, SKM., M. Kes.

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo menerima 5 orang Nusantara Sehat (NS) Individu, Senin (02/08/2021) di ruangan bidang SDK. Mereka yang merupakan putra-putri dari luar Provinsi Gorontalo, dengan latar belakang pendidikan kesehatan dan telah diseleksi oleh Kementerian Kesehatan.

NS adalah para tenaga profesional kesehatan dengan latar belakang medis seperti dokter, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, ahli teknologi laboratorium medik, tenaga gizi, dan tenaga kefarmasian yang berusia di bawah 30 tahun.

Pada proses perekrutan kata Kabid Sumber Daya Kesehatan (SDK) Suleman, SKM., M.Kes, dilakukan secara online dan direct assesment menyeleksi calon berdasarkan resume, tes tertulis, wawancara tatap muka, tes psikologi serta Focus Group Discussion (FGD) untuk menilai individu dalam dinamika kelompok.

“Peserta yang telah lulus seleksi akan diberi pelatihan dan pembekalan oleh Pusdiklat Aparatur Kemenkes, bekerja sama dengan Armabar, Fakultas Kedokteran UI dan RSCM, serta Puskesmas” ucap Suleman saat menerima NS diruang kerjanya.

Pada periode VI tahun 2021, Provinsi Gorontalo mendapatkan 5 orang Nusantara Sehat dari Provinsi Sulawesi Tengah dan Provinsi Sulawesi Selatan, dengan penempatan di 2 Kabupaten.

Adapun lokasi penempatan NS ini di Kabupaten Boalemo tepatnya di Puskesmas Tilamuta ​​1 orang tenaga Kesehatan Lingkungan, Puskesmas Bongo Nol ​2 orang tenaga Kesehatan Lingkungan dan ATLM (Ahli Teknologi Laboratorium Medis) kemudian di Puskesmas Botumoito​​ 1 orang tenaga Kesehatan Lingkungan dan di Kabupaten Gorontalo penempatan di Puskesmas Dungaliyo​​ 1 orang tenaga Kesehatan Lingkungan

“Sebelum masuk ke Provinsi Gorontalo, tenaga Nusantara Sehat ini telah dilakukan pemeriksaan PCR, dan hasilnya dari 5 orang, 2 orang langsung dapat bertugas, 2 orang sementara isolasi mandiri di daerah asal karena terkonfirmasi Covid-19 dan 1 orang masih berada di daerah asal karena tidak mendapat penerbangan” pungkasnya.

Rilis : Nita/ILB/AIS
Editor : Nancy Pembengo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 × 3 =

scroll to top