Program P2PM Berkomitmen Dalam Pencegahan Stunting

WhatsApp-Image-2022-08-27-at-12.40.57-PM.jpeg

Monev Program dan Dukungan Program Dalam Upaya Percepatan Pencegahan Stunting di Lokus Stunting Kabupaten Gorontalo Utara, Jum'at (26/08/2022).

Kabupaten Gorontalo Utara, Dinkesprov – Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo melaksanakan Monitoring dan Evaluasi Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) dalam Upaya Pencegahan Stunting di Kabupaten Gorontalo Utara, Jum’at (26/08/2022).

Selain melakukan evaluasi capaian pelaksanaan program P2PM di lapangan juga mengangkat masalah stunting dimana dalam penanggulangan stunting menjadi tanggung jawab bersama.

“Karena Stunting dalam jangka panjang berdampak buruk tidak hanya terhadap tumbuh kembang anak tetapi juga terhadap perkembangan emosi yang berakibat pada kerugian ekonomi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman, SH., saat diwawancarai.

Penguatan peran serta Kader kesehatan dalam pecegahan Stunting pada kegiatan Penguatan Kapasitas kader Kesehatan TB oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dr. Yana Yanti Suleman, SH.

Penyakit menular lanjut dr. Yana, dapat menimbulkan kesakitan, kecacatan dan kematian hingga berdampak pada kondisi gizi kurang seperti stunting. Kekerdilan (Stunting) pada anak mencerminkan kondisi gagal tumbuh pada anak Balita (Bawah Lima Tahun) sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk usianya.

“Hal ini disebabkan karena kekurangan gizi kronis yang terjadi sejak bayi dalam kandungan hingga usia dua tahun yang diakibatkan menderita infeksi berulang yang diantaranya penyakit diare. Dengan demikian periode 1000 hari Pertama kehidupan seyogyanya mendapat perhatian khusus karena menjadi penentu tingkat pertumbuhan fisik, kecerdasan dan produktivitas seseorang dimasa depan,” ungkap dr. Yana.

Kepala Seksi P2PM dr. Trsiye K. Mile M.Kes, menjelaskan salah satu faktor penyebab kondisi gizi kurang adalah riwayat penyakit menular. Penyakit infeksi merupakan faktor yang berpengaruh langsung terhadap proses pertumbuhan anak.

“Kurangnya asupan nutrisi untuk anak akan menyebabkan bertambahnya jumlah anak dengan growth faltering (gangguan pertumbuhan),” jelas dr. Trsiye.

Selain itu, kata dr. Trisye, seringnya anak mengalami sakit infeksi juga akan berdampak terhadap pola pertumbuhannya. Infeksi mempunyai kontribusi terhadap penurunan nafsu makan dan bila berlangsung secara terus-menerus akan menganggu pertumbuhan linier anak sehingga dalam mendukung percepatan pencegahan stunting Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (Seksi P2PM) juga melakukan beberapa hal yaitu dengan meningkatkan cakupan dan kualitas intervensi gizi yang spesifik pada kelompok menyusui dan anak berusia 0-23 bulan serta anak berusia 24-59 bulan melalui program Suplementasi Zinc untuk Pengobatan Diare yang dilaksanakan di Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Boalemo.

Pemantauan Kepatihan Minum Zinc pada Pasien Diare Bayi dan Balita di Kabupaten Boalemo Oleh Tim PISP Kemenkes RI

“Itu kami laksanakan pada akhir Juli 2022 yang dihadiri oleh Tim PISP kemenkes RI, Program Penguatan Kader Kesehatan Program TB yang bertujuan agar kader kesehatan dapat berperan dalam melakukan investigasi kontak pada pasien sehingga penemuan kasus secara dini dilakukan dan memberikaan terapi pencegahan khususnya kepada kontak TB berusia anak-anak untuk memutus rantai penularan,” pungkasnya.

Bersama-sama mencegah penyakit menular untuk mencegah stunting “STOP” Generasi Pendek di Indonesia khususnya Provinsi Gorontalo Mulai dari pemenuhan gizi yang baik di 1000 Hari Pertama Kehidupan anak hingga menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat.

Rilis : Noviyanti/Desrifana
Editor : Nancy Pembengo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nine + 20 =

scroll to top