Pra Rakerkesnas 2020, Menkes Tegaskan Makna Puskesmas Yaitu Promotif dan Preventif

IMG-20200218-WA0023.jpg

Menteri Kesehatan RI dr. Terawan Agus Putranto saat memberikan arahan pada Pra Rakerkesnas, Selasa (18/02/2020) di Jakarta. (Dok : Kemenkes RI)

Jakarta, Dinkesprov – Menjelang Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menggelar pra Rakerkesnas, Selasa (18/02/2020) di Jakarta.

Dalam arahannya, Menteri Kesehatan RI, Letjen (Purn) dr. Terawan Agus Putranto menegaskan kembali visi dan misi Presiden RI yang fokus pada 4 hal yaitu Stunting, Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Bayi, obat-obatan dan alat kesehatan.

Menkes Terawan menjelaskan bahwa Stunting, Angka Kematian Ibu dan Bayi tidak mungkin terlaksana dengan baik turunnya kalau kita tidak kembali ke preventif dan promotif.

Impossible, gimana caranya ngejar kok ngejar penyakit ndak bisa yang bisa kita kejar adalah pencegahan, kalau kita ngejar pencegahan dengan fight artinya nyegatnya dimulai dari masa remaja kemudian dicegat dimasa setelah menikah, yaitu bagaimana persalinan dan kapan bersalin itu adalah hal-hal prevention” kata dr. Terawan.

Hal itu, kata dr. Terawan berbagai upaya yang telah dilakukan tidak akan terlaksana jika terlena oleh kuratif. Dengan anggaran yang besar membuat keluhuran awalnya dalam pelaksanaan program sehingga lepas kendali.

“Puskesmas memang dimulai dari promotif dan preventif, sekarang begitu mengandalkan kapitasi semua berlomba untuk memenuhi kapitasi bahkan akreditasi itu isinya hanyalah untuk kuratif” beber Menkes.

Untuk itu, Menkes menegaskan komitmen untuk kembali melaksanakan upaya promotif dan preventif tanpa alasan apapun. Makna Puskesmas yaitu promotif dan preventif harus kembali pada fitrah diawalnya.

“Saya tolak puskesmas rawat inap, kalau puskesmas rawat inap maksa diri untuk ngerawat sampai pasiennya gawat baru dibawa ke rumah sakit, telat terus kita. Tapi kalau puskesmas dengan tempat tidur maka dia mempersiapkan si pasien untuk dirujuk ke tempat semestinya” tandasnya.

Masalah nama puskesmas dengan rawat inap kata Menkes dr. Terawan akan dihapus dan mengubah menjadi puskesmas dengan tempat tidur, jika tetap menggunakan rawat inap akan dirubah menjadi Rumah Sakit Pratama, dan Puskesmas pembantu akan dinaikkan menjadi Puskesmas.

Rilis : MD
Editor : Nancy Pembengo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × 1 =

scroll to top