Posbindu Institusi Berperan Deteksi Dini Faktor Risiko PTM

IMG-20190917-WA0009.jpg

Pembukaan Pelatihan Posbindu Institusi oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Misranda E. U. Nalole, M.Si., Selasa (17/09/2019) di Grand Q Hotel Kota Gorontalo

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Masalah kesehatan masyarakat yang dihadapi saat ini adalah makin meningkatnya kasus Penyakit Tidak Menular (PTM). PTM adalah penyakit yang bukan disebabkan oleh infeksi kuman termasuk penyakit kronis degeneratif, antara lain penyakit jantung, diabetes melitus (DM), kanker, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan gangguan indera dan fungsional.

Saat ini peningkatan prevalensi penyakit tidak menular telah menjadi ancaman yang serius, khususnya dalam perkembangan kesehatan masyarakat. Salah satu strategi yang dikembangkan pemerintah untuk mengendalikan penyakit tidak menular adalah dengan mengembangkan model Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) berbasis masyarakat melalui Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM.

Plt Kadinkes Provinsi Gorontalo Misranda E. U. Nalole, M.Si., saat membuka pelatihan Posbindu Institusi, Selasa (17/09/2019) di Grand Q Hotel Kota Gorontalo mengatakan bahwa Posbindu PTM merupakan bentuk peran serta masyarakat dalam upaya pengendalian faktor risiko secara mandiri dan berkesinambungan.

“Melalui Posbindu PTM, dapat sesegeranya dilakukan pencegahan faktor risiko PTM sehingga kejadian PTM di masyarakat dapat ditekan” ucap Misranda.

Strategi Posbindu PTM menurut Misranda adalah berupa pemberdayaan dan peningkatan peran masyarakat termasuk dunia usaha dan ini merupakan bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan, diselenggarakan berdasarkan permasalahan PTM yang ada di masyarakat dan mencakup berbagai upaya promotif dan preventif serta pola rujukannya.

Olehnya, Posbindu PTM Institusi merupakan peran serta institusi sebagai bagian dari masyarakat dalam melakukan kegiatan deteksi dini dan pemantauan faktor risiko PTM Utama yang dilaksanakan secara terpadu, rutin, dan periodik.

Tujuan pelatihan ini kata Misranda adalah untuk meningkatkan peran serta institusi dalam pencegahan dan penemuan dini faktor risiko PTM dengan sasaran utama pegawai/non pegawai berisiko dan penyandang PTM berusia 15 tahun ke atas.

“Harapannya peserta latih selain dapat mendeteksi faktor risiko PTM, juga dapat melakukan edukasi, rujukan sampai pada pelaporan berbasis Sistem Informasi Penyakit Tidak Menular” tandasnya.

Pelatihan ini direncanakan akan berlangsung selama 4 (empat) hari sampai dengan tanggal 20 September 2019. Peserta sebanyak 30 (tiga puluh) orang berasal dari Pengelola Program, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se Provinsi Gorontalo.

Rilis : MD & Iswan
Editor : Nancy Pembengo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 + 20 =

scroll to top
X